Cukupi Kebutuhan Pangan, Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi MT II

By DINPPKP 13 Apr 2023, 08:24:46 WIB Kegiatan POPT
Cukupi Kebutuhan Pangan, Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi MT II

Cukupi Kebutuhan Pangan, Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi MT II
Gerakan Percepatan Tanam Padi guna mendukung peningkatan komoditas hasil pertanian menuju swasembada pangan nasional. Ini tidak akan terwujud jika tidak ada peran dan kerja keras petani, yang juga didukung oleh penyuluh, POPT dan semua pihak yang berhubungan dengan bidang pertanian. 
Gerakan tanam serentak yang sedang digalakkan saat ini diharapkan dapat merangsang minat masyarakat untuk mengembangkan pertanian tanaman padi di lahan-lahan yang tersedia di setiap wilayah dengan berkoordinasi dan pendampingan dalam hal ini Penyuluh Pertanin dan POPT. 
Harapan kita memang Maret sampai April 2023 adalah puncak-puncak kita menyelesaikan panen dan setelah itu kita percepat tanam kembali mengingat mumpung masih ada ketersediaan air hujan. Secara umum produktivitas padi tahun ini berjalan dengan sangat baik, dimana rata-rata produksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Dengan masih ada ketersediaan air hujan, mudah-mudahan para petani  terus termotivasi untuk tanam padi. Para Penyuluh Pertanian (PPL) diharapkan untuk intensif mendampingi petani atau kelompok tani dan melaporkan perkembangan luas tambah tanam nya setiap hari. Kita optimis target tanam dapat tercapai.Gerakan percepatan tanam padi di wilayah Kecamatan Kutoarjo menggunakan varietas Ciherang, Sintanur, Inpari 42, Inpari 32. Gerakan percepatan tanam padi untuk wilayah Kecamatan Kutoarjo sampai dengan tanggal 12 April 2023 antara lain : untuk wilayah Desa Kebondalem 80 % dari luas sawah sudah ditanami padi, Desa Karangwuluh 60 %, Desa Pringgowijayan 60%, Desa Sidarum 60 %, Desa Tuntungpait 50 %, Desa Kiyangkongrejo 80 %, dan Desa Kepuh 60 %.
Percepatan tanam bisa dioptimalkan dengan penggunaan mesin olah tanah dan mesin tanam seperti transplanter. Hanya saja mesin tanam ini belum tentu cocok untuk semua lahan sawah. 
Penerapan sistem tanam yang dianjurkan yaitu sistem tanam jajar legowo. Sistee tanam jajar legowo memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak. Seperti kita ketahui bahwa tanaman pinggir memiliki kualitas pertumbuhan dan jumlah produksi yang lebih baik. Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo Jumlah Populasi Tanaman Meningkat, Memudahkan Perawatan & Pemeliharaan, Menekan Serangan Hama dan Penyakit, Hemat Biaya Pemupukan, Meningkatkan Produksi dan Kualitas Gabah
Penyuluh Pertanian merupakan mitra tani yang berada di lapangan bersama petani demi mendapatkan hasil yang signifikan guna menunjang kebutuhan pangan nasional. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP PPL Kecamatan Kutoarjo)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung