- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
- Pemeriksaan Bibit Cengkeh di Kecamatan Bagelen
Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan

Purworejo (17 Maret 2026), pelayanan kesehatan hewan oleh Tim Keswan DKPP Kabupaten Purworejo terus dilaksanakan selama bulan puasa sebagai upaya penanganan gangguan kesehatan reproduksi pada ternak sapi milik masyarakat di Desa Bulus, Kecamatan Gebang.
Dokter hewan melakukan penanganan kasus paramphimosis pada sapi jantan yang ditandai dengan penis tidak dapat kembali masuk ke dalam preputium dan mengalami pembengkakan. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat birahi yang tidak tersalurkan serta diperparah oleh perilaku sapi yang sering menendang bagian penisnya, sehingga menyebabkan trauma dan pembengkakan pada area penis dan preputium.
Penanganan dilakukan melalui tindakan operatif dengan tahap awal kompres menggunakan es batu yang dicampur gula pada area penis dan preputium yang mengalami pembengkakan untuk membantu mengecilkan jaringan yang bengkak. Reposisi penis dilakukan dengan memasukkan kembali penis ke dalam preputium secara hati-hati setelah area penis dan preputium mengecil. Anestesi lokal menggunakan lidokain diberikan di area preputium untuk mengurangi rasa nyeri selama tindakan. Dokter hewan yang bertugas melakukan penjahitan pada area preputium untuk membantu mempertahankan posisi penis agar tetap berada di dalam preputium.
Perawatan pascaoperasi dapat dilakukan dengan kompres es batu secara berkala serta pemberian semprotan Gusanex pada area luka untuk menjaga kebersihan dan membantu proses penyembuhan. Pemantauan rutin pascaoperasi dan menjaga kebersihan area kandang juga diperlukan untuk pemulihan area jahitan sapi terjadi secara optimal.






