- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
- Pemeriksaan Bibit Cengkeh di Kecamatan Bagelen
- Pemeriksaan Benih Cengkeh di Kelompok Tani Sumber Harapan Desa Watuduwur Kecamatan Bruno
- GERAKAN PANGAN MURAH DALAM RANGKAIAN PENUTUPAN TMMD DESA GRABAG, KECAMATAN GRABAG, KABUPATEN PURWOREJO
- GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH
- Monitoring Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran 2026
- DKPP Gelar Sosialisasi Tim Verval Pupuk Bersubsidi Tingkat Kecamatan
- DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung di Tengah Perubahan Cuaca
Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK

Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
Desa Krandegan yang berada di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat desa menggantungkan kehidupan mereka pada kegiatan budidaya tanaman pangan, terutama padi. Kondisi geografis yang didominasi oleh lahan persawahan menjadikan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan yang dihadapi oleh para petani semakin kompleks. Perubahan iklim menyebabkan pergeseran pola musim, sehingga musim kemarau sering berlangsung lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini berdampak langsung terhadap ketersediaan air untuk irigasi sawah. Apabila tidak diantisipasi dengan baik, kekurangan air pada musim kemarau dapat menyebabkan penurunan produksi bahkan risiko gagal panen.
Menyadari pentingnya ketersediaan air untuk keberlanjutan pertanian, Pemerintah Desa Krandegan bersama para petani dan pemangku kepentingan di bidang pertanian terus melakukan berbagai inovasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menambah pompa air tenaga surya berkapasitas 15 PK sebagai sarana pendukung pengairan lahan pertanian. Teknologi ini menjadi solusi alternatif yang efektif untuk menjawab tantangan keterbatasan air pada musim kemarau.
Pompa tenaga surya merupakan teknologi yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga utama. Melalui panel surya, energi matahari diubah menjadi energi listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan mesin pompa air. Air yang dipompa biasanya berasal dari sungai, embung, atau sumber air lainnya yang tersedia di sekitar wilayah pertanian, kemudian dialirkan ke saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi.
Dengan kapasitas 15 PK, pompa ini memiliki daya yang cukup besar untuk mengalirkan air dalam jumlah yang signifikan sehingga mampu mengairi areal persawahan yang luas. Keberadaan pompa ini menjadi sangat penting terutama ketika debit air dari sumber irigasi alami menurun drastis saat musim kemarau. Dengan demikian, petani tetap dapat mempertahankan kegiatan budidaya padi tanpa terganggu oleh keterbatasan air.
Selain memberikan manfaat dalam hal ketersediaan air, penggunaan pompa tenaga surya juga memberikan keuntungan dari segi efisiensi biaya. Berbeda dengan pompa berbahan bakar solar atau listrik konvensional yang membutuhkan biaya operasional cukup besar, pompa tenaga surya memanfaatkan energi matahari yang tersedia secara gratis dan melimpah. Hal ini tentu sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi pertanian.
Tidak hanya itu, teknologi ini juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang seperti pompa berbahan bakar fosil. Pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Penambahan pompa tenaga surya 15 PK di Desa Krandegan juga memberikan harapan besar bagi para petani untuk dapat mempertahankan pola tanam hingga tiga kali dalam satu tahun atau Musim Tanam (MT) I, MT II, dan MT III. Selama ini, keterbatasan air pada musim kemarau sering kali menjadi kendala untuk melanjutkan tanam pada musim tanam ketiga. Dengan adanya dukungan teknologi ini, peluang untuk tetap melakukan budidaya padi pada musim kemarau menjadi semakin terbuka.
Keberadaan pompa tenaga surya ini juga menjadikan Desa Krandegan sebagai salah satu contoh penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat desa. Inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi petani setempat, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi desa-desa lain yang memiliki kondisi serupa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber air.
Dalam implementasinya, keberhasilan pemanfaatan pompa tenaga surya tentu tidak terlepas dari peran berbagai pihak. Kerja sama antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta instansi terkait menjadi kunci utama dalam memastikan teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, para petani diharapkan mampu mengelola dan merawat sarana tersebut sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
Selain sebagai sarana pengairan, keberadaan pompa tenaga surya juga membuka peluang bagi pengembangan konsep pertanian modern di Desa Krandegan. Pemanfaatan teknologi energi terbarukan dapat mendorong peningkatan efisiensi usaha tani sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian di tingkat lokal maupun regional.
Dengan adanya tambahan pompa tenaga surya berkapasitas 15 PK ini, Desa Krandegan menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi yang tepat guna dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya ancaman kemarau panjang yang dapat mengganggu aktivitas pertanian.
Ke depan, diharapkan pemanfaatan pompa tenaga surya ini dapat terus dikembangkan dan dioptimalkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan dukungan teknologi, kerja sama yang solid, serta semangat para petani, Desa Krandegan dapat terus berkembang sebagai desa pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat
PPL
Kurniawan Setyo Nugroho, S.TP





