- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
- Pemeriksaan Bibit Cengkeh di Kecamatan Bagelen
- Pemeriksaan Benih Cengkeh di Kelompok Tani Sumber Harapan Desa Watuduwur Kecamatan Bruno
- GERAKAN PANGAN MURAH DALAM RANGKAIAN PENUTUPAN TMMD DESA GRABAG, KECAMATAN GRABAG, KABUPATEN PURWOREJO
- GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH
KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026

KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
PURWOREJO – Di tengah semangat mewujudkan kedaulatan pangan nasional, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Purworejo menggelar pertemuan penting pada pertengahan Maret 2026. Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo, kegiatan ini menjadi momentum regenerasi dan penguatan organisasi petani di tingkat akar rumput. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Core Welfare Staf (CWS) Kabupaten Purworejo, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Purworejo, serta 30 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota KTNA dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Purworejo.
Pertemuan ini memfokuskan pada tiga agenda utama yang menjadi fondasi pergerakan KTNA ke depan:
1. Pemilihan Pengurus Baru: Melakukan penyegaran struktur organisasi agar lebih adaptif terhadap tantangan pertanian modern.
2. Penyusunan Rencana Kerja: Merumuskan program kerja nyata yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani lokal.
3. Rencana Pertemuan Rutin: Menetapkan jadwal koordinasi berkala guna memastikan komunikasi antara petani dan penyuluh tetap terjaga.
Peran KTNA di tingkat kecamatan sangatlah krusial. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia yang menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan nasional dimulai dari solidnya organisasi tani di tingkat bawah. Dalam sebuah kesempatan, Menteri Pertanian menegaskan: "KTNA di tingkat kecamatan adalah ujung tombak sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal program swasembada pangan. Tanpa organisasi petani yang kuat dan terorganisir di tingkat lokal, mustahil transformasi teknologi dan distribusi sarana produksi dapat berjalan efektif. KTNA harus menjadi wadah edukasi dan penggerak utama di lapangan."
Woro selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Purworejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara PPL dan KTNA adalah kunci keberhasilan pembangunan pertanian di wilayah tersebut. “PPL dan KTNA ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. PPL hadir dengan membawa pendampingan teknis dan program pemerintah, sementara KTNA hadir sebagai representasi suara, pengalaman, dan kekuatan nyata para petani di lapangan”, tambahnya.
Kehadiran CWS Kabupaten Purworejo juga memberikan penguatan dari sisi pendampingan kesejahteraan petani agar program yang disusun selaras dengan kebijakan kabupaten. Dengan terbentuknya kepengurusan dan rencana kerja yang baru, diharapkan KTNA Kecamatan Purworejo dapat menjadi motor penggerak bagi para petani untuk lebih inovatif dan mandiri, demi tercapainya target swasembada pangan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, berdasarkan hasil musyawarah mufakat terpilih Haryanto selaku Ketua KTNA Kecamatan Purworejo, dengan Wakil Ketua Kaeroni Masy’ud, Sekretaris Agus Bintoro dan Bendahara Priyo Utomo. Sedangkan untuk jadwal pertemuan KTNA Kecamatan Purworejo disepakati untuk mengadakan pertemuan rutin setiap 2 (dua) bulan sekali secara bergilir (keliling) di masing-masing desa/kelurahan. "Model pertemuan keliling ini bertujuan agar pengurus tingkat kecamatan bisa melihat langsung potensi dan kendala spesifik di tiap desa. Ini adalah bentuk jemput bola informasi," ujar Haryanto.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Purworejo menyatakan bahwa penguatan struktural ini sangat penting. "Kami di BPP tidak bisa bekerja sendiri. Dengan adanya pengurus KTNA yang baru dan rencana kerja yang terukur, pendampingan PPL kepada petani akan jauh lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh anggota untuk segera mensosialisasikan hasil pertemuan ini ke kelompok tani di desa kelurahan masing-masing.





