- Halal bi Halal: Tradisi Bersilaturahmi dan Mempererat Persaudaraan
- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
Gerakan pengendalian OPT padi di desa Tlogobulu Kec Kaligesing

Gerakan pengendalian OPT padi di desa Tlogobulu Kec Kaligesing
Sebagai upaya penyelamatan tanaman padi dari serangan penyakit Blas, dilaksanakan gerakan pengendalian OPT oleh Kelompok Tani Tri Ekonomi Desa Tlogobulu Kec. Kaligesing. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Juni 2025 di hamparan sawah belakang balai Desa Tlogobulu. Pestisida yang diaplikasikan adalah pestisida berbahan aktif Tembaga oksida (merk dagang Nordox 56WP bantuan dari DKPP Purworejo). Aplikasi pestisida kimia dirasa perlu karena tingkat serangan penyakit mencapai 12%.
Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Penyakit ini merupakan penyakit utama pada tanaman padi. Infeksi penyakit dapat dimulai sejak persemaian sampai menjelang panen.
Gerakan pengendalian ini dihadiri oleh anggota kelompok tani Tri Ekonomi, POPT Kec Kaligesing Wagiyanti, SP, PPL Wibi Hanang Sarwono, SP, PPL Kec Kaligesing Susiana Tri Wahyuni, SP dan Babinsa Koramil kec Kaligesing.
Dalam kesempatan ini POPT Kec kaligesing menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman selama ini penyakit Blas lebih banyak menyerang pada tanaman padi varietas IR 64 sehingga pengendalian yang paling efektif adalah dengan menanam tanaman padi varietas selain IR 64. Petani juga diminta untuk waspada WBC mengingat cuaca saat ini kemarau basah.
Untuk pencegahan dan pengendalian penyakit blas dapat menggunakan pestisida nabati dengan campuran bahan-bahan jahe, kunir, Laos, sereh dan daun sirsak.
Kendala yang ditemui pada saat gerakan pengendalian adalah tidak semua petani pemilik lahan di hamparan tersebut hadir dalam gerdal, sedangkan petani lain tidak mau melakukan pengendalian/ penyemprotan di lahan sawah yang bukan miliknya.
PPL Wibi menyampaikan bahwa bantuan pestisida melalui gerakan pengendalian secara massal merupakan upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Akan tetapi gerakan ini hanya bersifat stimulan, sehingga apabila serangan penyakit belum terkendali dari gerakan pengendalian pada hari ini, maka pengendalian selanjutnya menjadi tanggung jawab petani sendiri.






