- DKPP Purworejo Verifikasi CPCL SL Tembakau 2026 di Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan
- Tak Mau Kalah dengan Bapak-Bapak, KWT Sumber Barokah Praktek Membuat Silase untuk Kemudahan Beternak Kambing
- Pengendalian ‘Kresek’ pada Padi di Desa Kalimati, Libatkan Petani, PPL, dan Babinsa
- Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
- Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
- MENGHADIRI PERESMIAN PROYEK TAHUN 2025 & KENDURI AGUNG HARI JADI PURWOREJO KE-195
- Kelompok Tani Arso Basuki Sepakati MT II Serentak, Bahas Antisipasi Hama dan Penyakit Padi
- BPP Bruno dan POPT melakukan Monitoring Pertanaman Padi Gogo di KT Buwana Jaya Kambangan Bruno
- Ukur Hasil Panen, Petani Wonoroto Gelar Ubinan Jagung Bantuan Pemerintah TA 2025
- Panen Raya Jagung Kelompok Tani Suka Makmur Desa Cepedak Capai Hasil Mengembirakan
Ukur Hasil Panen, Petani Wonoroto Gelar Ubinan Jagung Bantuan Pemerintah TA 2025

Ukur Hasil Panen, Petani Wonoroto Gelar Ubinan Jagung Bantuan Pemerintah TA 2025
Wonoroto – Kelompok Tani Sri Mekar Tani Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, melaksanakan ubinan jagung varietas Pioneer 89 pada Kamis, 22 Januari 2026, bersama Ketua Kelompok Tani Bapak Sarno dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Ngombol.
Kegiatan ini merupakan evaluasi budidaya jagung yang bersumber dari bantuan pemerintah TA 2025 seluas 8 hektare, dengan realisasi tanam mencapai 3 hektare. Ubinan dilakukan untuk memperoleh data produktivitas per hektare serta data pendukung lainnya sebagai dasar perhitungan angka produksi tanaman pangan.
Pelaksanaan ubinan menggunakan petak berukuran 2,5 m x 2,5 m. Berdasarkan hasil penimbangan, diperoleh berat jagung tongkol basah 8,175 kg dengan 31 tanaman dan 55 tongkol. Hasil tersebut dikonversikan menjadi 8,97 ton/ha pipilan basah dan 5,2 ton/ha pipilan kering.
Dari hasil pengamatan di lapangan, tanaman jagung diketahui sempat terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan sebagian terserang jamur, yang berpotensi memengaruhi hasil panen. Data ubinan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi petani dalam meningkatkan budidaya jagung ke depan






