- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
Ukur Hasil Panen, Petani Wonoroto Gelar Ubinan Jagung Bantuan Pemerintah TA 2025

Ukur Hasil Panen, Petani Wonoroto Gelar Ubinan Jagung Bantuan Pemerintah TA 2025
Wonoroto – Kelompok Tani Sri Mekar Tani Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, melaksanakan ubinan jagung varietas Pioneer 89 pada Kamis, 22 Januari 2026, bersama Ketua Kelompok Tani Bapak Sarno dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Ngombol.
Kegiatan ini merupakan evaluasi budidaya jagung yang bersumber dari bantuan pemerintah TA 2025 seluas 8 hektare, dengan realisasi tanam mencapai 3 hektare. Ubinan dilakukan untuk memperoleh data produktivitas per hektare serta data pendukung lainnya sebagai dasar perhitungan angka produksi tanaman pangan.
Pelaksanaan ubinan menggunakan petak berukuran 2,5 m x 2,5 m. Berdasarkan hasil penimbangan, diperoleh berat jagung tongkol basah 8,175 kg dengan 31 tanaman dan 55 tongkol. Hasil tersebut dikonversikan menjadi 8,97 ton/ha pipilan basah dan 5,2 ton/ha pipilan kering.
Dari hasil pengamatan di lapangan, tanaman jagung diketahui sempat terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan sebagian terserang jamur, yang berpotensi memengaruhi hasil panen. Data ubinan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi petani dalam meningkatkan budidaya jagung ke depan






