- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah

Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
Wonosari (23/01/2026)— Upaya peningkatan efektivitas pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern. Salah satunya dengan penerapan teknologi Unmanned Ground Vehicle (UGV) yang dilaksanakan di Kelompok Tani (KT) Makaryo, Desa Wonosari.
Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di lahan pertanian anggota Kelompok Tani Makaryo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Penerapan teknologi UGV ini bertujuan untuk membantu petani dalam pengendalian OPT secara lebih mudah, efisien, dan tepat sasaran, khususnya pada komoditas tanaman pangan dan hortikultura.
UGV merupakan alat berbasis teknologi yang dapat dioperasikan dari jarak jauh untuk membantu proses pengendalian OPT, seperti aplikasi pestisida, pengamatan kondisi tanaman, serta pemetaan serangan hama dan penyakit. Dengan penggunaan UGV, petani tidak perlu lagi melakukan penyemprotan secara manual sehingga dapat mengurangi kelelahan kerja, menekan risiko paparan bahan kimia, dan meningkatkan keselamatan petani di lapangan.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Kelompok Tani Makaryo yang bekerja sama dengan PT. Maxxi dan pendampingan dari penyuluh pertanian setempat. Dalam pelaksanaannya, petani diberikan penjelasan mengenai cara pengoperasian UGV, fungsi alat, serta manfaat penerapannya dalam kegiatan pengendalian OPT. Selanjutnya dilakukan praktik langsung di lahan sebagai bentuk demonstrasi penggunaan teknologi tersebut.
Melalui penerapan teknologi UGV ini, diharapkan petani dapat lebih terbuka terhadap inovasi teknologi pertanian serta mampu mengadopsinya secara berkelanjutan. Selain meningkatkan efektivitas pengendalian OPT, penggunaan UGV juga diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani di Desa Wonosari.
Ke depan, pemanfaatan teknologi pertanian modern seperti UGV diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas penerapannya sebagai bagian dari transformasi pertanian menuju pertanian maju, mandiri, dan berkelanjutan.






