- Halal bi Halal: Tradisi Bersilaturahmi dan Mempererat Persaudaraan
- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama

Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
-----
Gerakan pengendalian hama tikus dilaksanakan di sawah Kelompok Tani Makarti 2 Desa Langenrejo Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Kegiatan Gerdal hama tikus ini dilaksanakan oleh Kelompok Tani, Penyuluh Pertanian Penyuluh BPP Butuh, dan POPT pada hari Kamis tanggal 22 Januari 2026.
Gerakan pengendalian tikus kali ini menggunakan metode umpan dan emposan. Gerdal (Gerakan Pengendalian) tikus dengan umpan beracun dilakukan secara serentak di lubang aktif atau jalur tikus menggunakan rodentisida untuk menekan populasi hama padi. Umpan beracun yang efektif adalah yang berbahan dasar serealia seperti gabah atau jagung, dipasang sore hari, dan disarankan tidak menyentuh tangan secara langsung untuk menghindari bau manusia. Tikus sangat menyukai biji-bijian, terutama jagung, gabah, dan beras. Umpan juga dapat berupa racun tikus siap pakai yang disediakan dinas pertanian, seperti rodentisida antikoagulan (menggunakan Sidarat) yang bekerja secara perlahan sehingga tidak menimbulkan jera umpan. Umpan diletakkan di jalur utama tikus atau di dekat lubang aktif (liang sawah),baik dilaksanakan pada sore hari.
Cara yang kedua adalah dengan metode emposan. Gerdal (Gerakan Pengendalian) tikus dengan metode emposan adalah teknik fumigasi atau pengasapan yang efektif membunuh hama tikus di dalam lubang menggunakan emposan belerang. Kegiatan ini dilakukan secara massal dan serentak oleh petani bersama PPL untuk menekan populasi, terutama saat tidak ada panen. Emposan bekerja dengan cara menyemprotkan asap beracun ke dalam lubang aktif. Manfaat kegiatan Gerakan Pengendalian tikus ini adalah dapat menekan dan mengurangi populasi tikus di sekitar lahan sawah sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik tanpa ada gangguan serangan tikus. Selanjutnya, produktivitas padi akan semakin meningkat dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kerja sama, dan memperkuat silaturahmi antar anggota Kelompok Tani






