- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Panen Raya Jagung Kelompok Tani Suka Makmur Desa Cepedak Capai Hasil Mengembirakan

Panen Raya Jagung Kelompok Tani Suka Makmur Desa Cepedak Capai Hasil Mengembirakan
Cepedak – Kelompok Tani Suka Makmur Desa Cepedak melaksanakan kegiatan ubinan dan panen raya jagung pada Kamis, 22 Januari 2026, di lahan pertanaman jagung Kelompok Tani seluas 5 hektare. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman jagung sekaligus menjadi momentum evaluasi hasil budidaya petani.
Jagung yang dipanen menggunakan benih Pioner P27 Gajah dengan sistem pemupukan sebanyak dua kali, yaitu Urea 100 kg dan NPK 100 kg, serta ditunjang dengan pupuk organik sebanyak 2 ton. Dari hasil ubinan berukuran 2,5 meter x 2,5 meter, diperoleh hasil masing-masing 8,24 kilogram dan 9,14 kilogram.
Ketua Kelompok Tani Suka Makmur, Amadi menyampaikan bahwa hasil panen kali ini sangat sangat memuaskan.
“Alhamdulillah, hasil panen jagung tahun ini sangat baik. Ini adalah pertanaman jagung perdana di Kelompok tani kami. Hasil ini sangat menggemberikan bagi kami.” ujarnya
Selanjutnya ia mengatakan “Penggunaan benih unggul hibrida dan pemupukan yang sesuai anjuran dari PPL, produksi jagung anggota kelompok kami begitu memuaskan, diatas rata rata dari petani biasa.” ujarnya.
Kepala Desa Cepedak dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras para petani dan TIM PPL Bruno bserta petugas POPT.
“Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan pertanian seperti ini. Panen raya ini membuktikan bahwa petani Desa Cepedak mampu membudidayakan jagung dengan produktivitas yang baik dan tinggi, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan desa,” katanya.
Selanjutan beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada TIM PPL BPP Bruno dan petugas POPT yang telah mendampingi dan membimbing dalam budiaya jagung ini
“Kepada teman teman PPL terimakasih untuk bimbingan dan pendampingannya, tak lupa kepada petugas POPT DKPP terimakasih untuk bantuan obat-obatan serta rekomendasi penyemprotan untuk pengendalian hamanya. Sehingga petani di Desa Cepedak bisa panen Jagung dengan hasil yang memuaskan.” ujarnya
Sementara itu, Hari Prabowo, S.TP Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Bruno menjelaskan bahwa hasil ubinan menunjukkan potensi produksi yang menjanjikan.
“Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas jagung di lahan ini tergolong baik. Ke depan, petani diharapkan tetap konsisten menerapkan teknologi budidaya yang dianjurkan agar hasilnya semakin optimal,” jelasnya.
Petugas POPT DKPP, Sugiyo, juga menambahkan bahwa kondisi tanaman selama masa tanam relatif sehat.
“Selama pertanaman, serangan organisme pengganggu tanaman dapat dikendalikan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa petani sudah mulai menerapkan pengendalian OPT secara tepat,” ungkapnya.
Panen raya ini turut dihadiri oleh Ketua Kelompok Tani Suka Makmur beserta anggota, Kepala Desa Cepedak beserta perangkat desa, Tim PPL BPP Bruno, serta Petugas POPT DKPP.
Kehadiran para pihak tersebut merupakan bentuk dukungan dan pendampingan kepada petani dalam upaya meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di wilayah Desa Cepedak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan petani semakin termotivasi untuk menerapkan teknologi budidaya yang tepat guna serta memperkuat kerja sama antara petani, pemerintah desa, dan instansi terkait demi meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan.






