- Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani (Sekolah Lapang) Tembakau
- DKPP PURWOREJO BERGERAK AKTIF DALAM PEMANTAUAN STOK DAN HARGA PANGAN DI PENGGILINGAN PADI DI KABUPATEN PURWOREJO
- LEWAT UMKM GAPURA TAMPILKAN INOVASI KULINER LOKAL, KABUPATEN PURWOREJO TAMPILKAN OLAHAN PANGAN NON BERAS DAN NON TEPUNG PADA FESTIVAL DI TMII JAKARTA
- SOSIALISASI KEGIATAN PEMBANGUNAN JUT (APBN TA. 2026)
- Jamin Pangan Aman dan Halal, Tim Kesmavet Sambangi RPA/U dan Penggilingan Daging di Pasar Wirotaman, Kutoarjo
- Pembinaan NKV TPH Kambing dan RPA untuk Jamin Keamanan Pangan
- Perwakilan Puskeswan Kabupaten Purworejo Ikuti Bimbingan Teknis Tematik Petugas Puskeswan di BBV Wates
- Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis di Kabupaten Purworejo
- Pelaksanaan Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Tanaman Kelapa
- *Ubinan Padi Varietas Ciherang Jumbo di Desa Kembangkuning Tunjukkan Potensi Hasil Menjanjikan*
Perwakilan Puskeswan Kabupaten Purworejo Ikuti Bimbingan Teknis Tematik Petugas Puskeswan di BBV Wates

Perwakilan Puskeswan Kabupaten Purworejo Ikuti Bimbingan Teknis Tematik Petugas Puskeswan di BBV Wates
Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan, perwakilan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Purworejo mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengambilan, Pengemasan, dan Pengiriman Sampel Diagnostik Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), Zoonosis, dan Produk Asal Hewan yang diselenggarakan pada 7–9 Juli 2026.
Kegiatan diawali pada Selasa, 7 Juli 2026 dengan pembukaan resmi, dilanjutkan penyampaian materi mengenai kebijakan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, pengembangan sumber daya manusia, serta peran strategis Puskeswan dalam mendukung pelayanan kesehatan hewan. Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai deteksi dini, respons cepat, dan manajemen wabah, serta pelaporan melalui sistem iSIKHNAS dan mekanisme komunikasi sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit hewan secara terpadu.
Memasuki hari kedua, Rabu, 8 Juli 2026, peserta memperoleh materi teknis mengenai implementasi biosekuriti di kandang, teknik pengambilan sampel produk asal hewan, serta tata cara pengemasan dan pengiriman sampel sesuai kaidah biosafety dan transportasi bahan biologis. Selain teori, kegiatan juga diisi dengan praktik pengambilan sampel diagnostik, termasuk teknik pengambilan sampel pada hewan hidup seperti darah, kerokan kulit, dan swab. Materi praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi petugas lapangan dalam melakukan surveilans dan peneguhan diagnosis penyakit hewan.
Pada hari terakhir, Kamis, 9 Juli 2026, seluruh peserta mempresentasikan tugas yang diberikan oleh panitia penyelenggara terkait studi kasus, kemudian seluruh peserta diminta menuliskan kesan dan pesan serta rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di daerah masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi sebagai bentuk penguatan implementasi hasil bimbingan teknis di lapangan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Perwakilan Puskeswan Kabupaten Purworejo diharapkan semakin siap dalam melaksanakan pengambilan, pengemasan, dan pengiriman sampel diagnostik sesuai standar operasional, sehingga mendukung deteksi dini, pelaporan, serta pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan zoonosis di Kabupaten Purworejo. Kompetensi yang diperoleh juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui penerapan prinsip One Health.






