- Jamin Keamanan Pangan, Tim Kesmavet Purworejo Lakukan Pemeriksaan Daging di Empat Pasar Tradisional
- Jangkau Wilayah Perbatasan hingga Pegunungan, Dinas Gelar Layanan Kesehatan Hewan Gratis
- Belajar Memetik Rupiah dari Daun Tembakau
- DKPP PURWOREJO BERGERAK AKTIF DALAM PEMANTAUAN STOK DAN HARGA PANGAN DI PENGGILINGAN PADI DI KABUPATEN PURWOREJO
- LEWAT UMKM GAPURA TAMPILKAN INOVASI KULINER LOKAL, KABUPATEN PURWOREJO TAMPILKAN OLAHAN PANGAN NON BERAS DAN NON TEPUNG PADA FESTIVAL DI TMII JAKARTA
- SOSIALISASI KEGIATAN PEMBANGUNAN JUT (APBN TA. 2026)
- Jamin Pangan Aman dan Halal, Tim Kesmavet Sambangi RPA/U dan Penggilingan Daging di Pasar Wirotaman, Kutoarjo
- Pembinaan NKV TPH Kambing dan RPA untuk Jamin Keamanan Pangan
- Perwakilan Puskeswan Kabupaten Purworejo Ikuti Bimbingan Teknis Tematik Petugas Puskeswan di BBV Wates
- Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis di Kabupaten Purworejo
Pelaksanaan Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Tanaman Kelapa

Pelaksanaan Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Tanaman Kelapa
Kamis, 9 Juli 2026, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses menyelenggarakan acara Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Tanaman Kelapa. Kegiatan yang difokuskan pada pengembangan komoditas kelapa genjah ini dihadiri oleh Perwakilan Provinsi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M.,Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian beserta staf, Koordinator PPL Bagelen, PPL Wibi, serta para Petani Kelapa Genjah di wilayah Bagelen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan Penjelasan Teknis Kegiatan oleh Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Penjelasan ini difokuskan pada penyelarasan target program perluasan area tanam, mekanisme penyaluran bantuan bibit, dan indikator keberhasilan program di tingkat kelompok tani.
Memasuki sesi inti, Kepala Dinas DKPP Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., membawakan Materi I: Budidaya dan Kebijakan Pengembangan Tanaman Kelapa. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pengembangan kelapa genjah di Bagelen adalah langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani, mengingat kelapa genjah memiliki masa panen yang lebih cepat (sekitar 3-4 tahun). Untuk mendukung keberhasilan tersebut, beliau memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang baik, mulai dari persiapan lahan, penentuan jarak tanam yang ideal agar tanaman mendapat sinar matahari maksimal, hingga pentingnya pemberian pupuk dasar organik pada lubang tanam sebelum bibit diturunkan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Materi II: Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa yang disampaikan oleh pakar pertanian, Ruth Naftaly Simanjuntak, SP., M.Sc. Ia menyoroti beberapa ancaman utama yang sering menyebabkan gagal tumbuh pada bibit baru, khususnya serangan Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) yang merusak titik tumbuh daun muda, serta ancaman penyakit busuk pucuk. Sebagai solusi mengedukasi para petani mengenai metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Langkah praktis yang ditekankan meliputi sanitasi kebun dengan menghancurkan batang atau tumpukan kayu lapuk yang menjadi sarang hama, pemanfaatan perangkap feromon, hingga penggunaan agen pengendali hayati berupa jamur Metarhizium anisopliae untuk mengendalikan larva kumbang secara ramah lingkungan.
Seluruh rangkaian sosialisasi ini berlangsung sangat interaktif. Pada sesi diskusi dan tanya jawab di penghujung acara, para petani secara antusias berkonsultasi langsung dengan narasumber dan PPL terkait kendala riil di kebun masing-masing. Acara kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menyukseskan program perluasan kelapa genjah di wilayah Bagelen.






