- Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani (Sekolah Lapang) Tembakau
- DKPP PURWOREJO BERGERAK AKTIF DALAM PEMANTAUAN STOK DAN HARGA PANGAN DI PENGGILINGAN PADI DI KABUPATEN PURWOREJO
- LEWAT UMKM GAPURA TAMPILKAN INOVASI KULINER LOKAL, KABUPATEN PURWOREJO TAMPILKAN OLAHAN PANGAN NON BERAS DAN NON TEPUNG PADA FESTIVAL DI TMII JAKARTA
- SOSIALISASI KEGIATAN PEMBANGUNAN JUT (APBN TA. 2026)
- Jamin Pangan Aman dan Halal, Tim Kesmavet Sambangi RPA/U dan Penggilingan Daging di Pasar Wirotaman, Kutoarjo
- Pembinaan NKV TPH Kambing dan RPA untuk Jamin Keamanan Pangan
- Perwakilan Puskeswan Kabupaten Purworejo Ikuti Bimbingan Teknis Tematik Petugas Puskeswan di BBV Wates
- Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis di Kabupaten Purworejo
- Pelaksanaan Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Tanaman Kelapa
- *Ubinan Padi Varietas Ciherang Jumbo di Desa Kembangkuning Tunjukkan Potensi Hasil Menjanjikan*
Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani (Sekolah Lapang) Tembakau

Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani (Sekolah Lapang) Tembakau
Senin,
13 Juli 2026 bertempat di kediaman Bapak Puji Utomo dilaksanakan Pelatihan
Penguatan Kelembagaan Petani (SL) Tembakau untuk wilayah Kecamatan
Kemiri. Kegiatan dibuka oleh Koordinator BPP Kecamatan Kemiri yang
menyampaikan bahwa keberhasilan budidaya tembakau tidak hanya ditentukan selama
masa pertumbuhan tanaman, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu
panen dan penanganan pascapanen.
Penyampaian
materi oleh narasumber, Umul Khasunah, SP., MAP tentang panen dan pasca panen
tembakau.
Narasumber menjelaskan teknik
pemanenan dilakukan secara bertahap (petikan bawah hingga atas) sesuai tingkat
kemasakan daun. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun
mengering atau sore hari untuk menjaga kualitas daun. Daun yang dipanen harus
diperlakukan secara hati-hati agar tidak robek maupun memar.
Materi kemudian dilanjutkan mengenai
penanganan pascapanen yang meliputi sortasi daun berdasarkan tingkat kemasakan
dan kualitas, pemeraman apabila diperlukan, penggulungan atau perajangan sesuai
kebutuhan, proses pengeringan, hingga penyimpanan. Dijelaskan bahwa proses
pengeringan harus berlangsung merata dengan sirkulasi udara yang baik sehingga
diperoleh kadar air yang sesuai dan warna daun tetap cerah.
Ketua APTI Kabupaten Purworejo,
Bapak Mulyanto, memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Berbekal
pengalaman panjang sebagai petani tembakau, ia berbagi kisah nyata tentang
perjalanan membangun usaha tani, menghadapi dinamika harga, hingga pentingnya
menjaga kualitas produk agar memiliki daya saing. Tantangan petani saat ini
bukan hanya menghasilkan panen yang banyak, tetapi mampu menghasilkan tembakau
yang memenuhi standar mutu pasar.
Peserta sepakat menerapkan teknik
panen sesuai tingkat kemasakan daun. Penanganan pascapanen akan dilakukan
sesuai anjuran narasumber agar mutu tembakau tetap terjaga.





