- Layanan Sistem Kesehatan Hewan (Sim Keswan) oleh Tim Keswan Puskeswan Purwodadi
- Perkuat Regulasi dari Hulu ke Hilir, DKPP Bahas Ranperbup Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan
- Pertemuan Rutin KTNA Kecamatan Bener Sosialisasikan PM AAS untuk Mendorong Peningkatan Produktivitas Padi
- DKPP Purworejo Perkuat Kompetensi Inseminator Melalui Forum Kolaborasi Bersama Kabupaten Magelang
- Pelatihan Optimalisasi Rotavator Kelompok Tani Mulyo
- Mendukung Penuh Program Wilsumbit Kementerian Pertanian, Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaligesing Kenalkan Teknologi Urea Molasses Block
- Perkuat Pemanfaatan Agen Hayati di Tingkat Petani, Klinik PHTS Subur Makmur Gelar Praktik Perbanyakan PGPR
- Jamin Keamanan Pangan, Tim Kesmavet Purworejo Lakukan Pemeriksaan Daging di Empat Pasar Tradisional
- Jangkau Wilayah Perbatasan hingga Pegunungan, Dinas Gelar Layanan Kesehatan Hewan Gratis
- Belajar Memetik Rupiah dari Daun Tembakau
Jamin Keamanan Pangan, Tim Kesmavet Purworejo Lakukan Pemeriksaan Daging di Empat Pasar Tradisional

Jamin Keamanan Pangan, Tim Kesmavet Purworejo Lakukan Pemeriksaan Daging di Empat Pasar Tradisional
PURWOREJO – Guna memastikan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melalui Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melaksanakan pemeriksaan Bahan Pangan Asal Hewan (BPAH), Rabu (15/7/2026).
Pemeriksaan intensif ini menyasar empat pasar strategis di wilayah Kabupaten Purworejo, yaitu Pasar Butuh, Pasar Seren, Pasar Ngori, dan Pasar Kemiri. Fokus pantauan kali ini diarahkan pada komoditas daging ayam, daging kambing, dan daging sapi.
Tidak sekadar memantau secara visual (organoleptik) seperti warna, bau, dan tekstur daging segar, tim di lapangan juga melakukan langkah preventif yang lebih mendalam. Petugas mengambil beberapa sampel daging yang disimpan di dalam freezer untuk dilakukan Uji Eber.
Uji Eber merupakan metode ilmiah cepat untuk mendeteksi secara dini apakah daging sudah mulai mengalami proses awal pembusukan, meskipun secara kasat mata masih terlihat normal. Langkah ini diambil demi menjamin hak konsumen mendapatkan daging berkualitas.
Selain aspek kesehatan, tim Kesmavet juga memantau pergerakan harga di pasar. Dari hasil interaksi dengan para pedagang, tercatat ada kenaikan pada komoditas daging ayam.
Minggu Lalu: Harga terpantau stabil dan cukup bersahabat di bawah Rp30.000,- per kilogram.
Pekan Ini (Rabu, 15 Juli): Harga daging ayam dilaporkan mulai merangkak naik kembali di beberapa titik pasar yang dikunjungi.
Selain pemeriksaan fisik daging, Tim Kesmavet secara persuasif juga memanfaatkan momentum ini untuk berdialog dengan para pedagang dan pelaku usaha. Edukasi intensif terus digencarkan mengenai pentingnya keamanan pangan dengan cara mengikuti dan mengurus kepemilikan sertifikasi:
1. Bimtek Juleha (Juru Sembelih Halal): Penting bagi para penjagal untuk memastikan proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam dan kesejahteraan hewan.
2. Sertifikasi Halal: Menjadi jaminan mutlak kepastian produk yang bersih dan berkah bagi konsumen muslim.
3. Nomor Kontrol Veteriner (NKV): Sebagai bukti sah bahwa fasilitas usaha penanganan daging telah memenuhi syarat higiene dan sanitasi yang ketat.
Melalui kegiatan terpadu ini, diharapkan rantai pasok bahan pangan asal hewan di Kabupaten Purworejo tetap terjaga kualitasnya, memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta mendorong para pelaku usaha untuk terus naik kelas dalam menjaga standar higienitas.






