- Gendu gendu Roso Pertanian Organik, ala Klinik PHT Swadaya Subur Makmur
- Cegah Wabah PMK dengan Vaksinasi
- RAKOR PERSIAPAN PURWOREJO EXPO 2026 DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN PURWOREJO
- Sosialisasi Tertib Administrasi Peredaran Benih di Kabupaten Purworejo
- KEP Mulyo Farm Siap Tingkatkan Nilai Tambah Gabah Lokal
- Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong Laksanakan Gerdal OPT Hawar Daun
- Hasil Ubinan Padi Inpari 49 di Kelurahan Mranti Capai 5 Kg, Petani Optimis Meski Terkendala Hama
- Optimalkan Lahan Sempit, KWT Madu Laras Paduroso Semangat Budidaya Sayuran
- Gerdal OPT Tikus di Blok Si Epek, KWT Kledung Barokah Kompak Lindungi Lahan Pertanian
- Ubinan Bantuan Jagung TA 2025 Jadi Sarana Evaluasi dan Musyawarah Petani Wiji Makmur Desa Kumpulsari
Optimalkan Lahan Sempit, KWT Madu Laras Paduroso Semangat Budidaya Sayuran

Optimalkan Lahan Sempit, KWT Madu Laras Paduroso Semangat Budidaya Sayuran
Mengawali bulan Februari 2026 dengan semangat produktivitas, Kelurahan Paduroso terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan pendampingan intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Purworejo kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Madu Laras pada awal bulan ini. Bertempat di Rumah Ibu Suwarsih, kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang pengurus dan anggota aktif KWT Madu Laras. Fokus utama pertemuan kali ini adalah edukasi mengenai Optimalisasi Pemanfaatan Tanah Pekarangan, khususnya untuk budidaya tanaman sayuran berumur pendek seperti bayam dan kangkung.
Dalam arahannya, Bakti Woro Haryanti selaku PPL Kecamatan Purworejo menekankan bahwa tanah pekarangan bukan sekadar sisa lahan, melainkan aset yang jika dikelola dengan baik dapat menekan pengeluaran belanja harian. "Pemanfaatan pekarangan dengan bayam dan kangkung sangat strategis. Selain perawatannya yang relatif mudah, kedua sayuran ini memiliki masa panen yang cepat, sehingga ibu-ibu bisa langsung merasakan manfaatnya untuk konsumsi keluarga yang sehat dan bebas pestisida kimia," ujar PPL di sela-sela praktik penanaman.
Sebanyak 10 anggota yang hadir tampak antusias mengikuti materi, mulai dari teknik persemaian benih yang benar, pengaturan jarak tanam, hingga pembuatan pupuk organik sederhana. Dengan metode budidaya yang tepat, diharapkan lahan terbatas di wilayah Kelurahan Paduroso tetap bisa menghasilkan produksi sayuran yang maksimal. Dalam sesi penyuluhan, PPL Kecamatan Purworejo memberikan panduan praktis mengenai siklus tanam sayuran daun. Untuk budidaya bayam, PPL menekankan pentingnya pengolahan tanah yang gembur dan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang yang telah matang. "Bayam sangat sensitif terhadap genangan air. Oleh karena itu, pembuatan bedengan yang baik adalah kunci agar akar tidak cepat busuk," jelas PPL di hadapan para anggota KWT.
Sementara untuk budidaya kangkung, materi difokuskan pada metode tanam cabut maupun potong. PPL menjelaskan bahwa kangkung darat memiliki daya adaptasi yang tinggi, namun tetap membutuhkan asupan air yang konsisten serta pengendalian gulma agar nutrisi tanah terserap maksimal oleh tanaman.
PPL juga mengajak ibu-ibu KWT untuk mempraktikkan budidaya ramah lingkungan. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
· Pemilihan Benih Unggul: Menggunakan benih bersertifikat agar daya tumbuh di atas 80%.
· Pengendalian Hama Terpadu: Memanfaatkan pestisida nabati dari bahan dapur untuk menjaga keamanan konsumsi keluarga.
· Sistem Tumpang Sari: Mengatur tata letak bayam dan kangkung agar pekarangan terlihat estetis namun tetap produktif.
Dengan masa panen yang singkat, sekitar 20 hingga 30 hari, diharapkan pada akhir Februari nanti, KWT Madu Laras sudah bisa menikmati hasil panen perdana. Melalui pendampingan ini, KWT Madu Laras diharapkan menjadi motor penggerak bagi warga sekitar dalam menciptakan lingkungan yang hijau, asri, dan mandiri secara pangan. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan pembersihan lahan bersama sebagai wujud gotong royong anggota kelompok. "Harapan kami, ibu-ibu tidak perlu lagi membeli sayur ke pasar. Cukup petik di depan rumah, lebih segar dan pastinya lebih sehat," pungkas PPL mengakhiri sesi materi.
Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan Purworejo)






