- Pecah Telur! Sinergi PPL dan Petani Mranti Berhasil Realisasikan Serap Gabah Bulog
- Pengujian Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan
- KEGIATAN RUMAH PANGAN KITA DKPP KABUPATEN PURWOREJO BULAN FEBRUARI 2026
- Belajar dari Alam, Siswa SMPN 24 Purworejo Dikenalkan Pengolahan KOHE Sejak Dini
- Diskusi Menuju Kolaborasi Yang Semakin Solid
- Satukan Langkah Layanan IB 2026, DKPP Gelar Rapat Koordinasi Bersama Paguyuban Inseminator Andhini Sari
- Refilling Nitrogen Cair Untuk Amankan Benih Ternak
- Menghidupkan \"Lahan Tidur\", Memanen Kesejahteraan: Monitoring P2L di KWT Tunas Asri Silagar
- Transformasi menuju Pertanian Modern untuk Desa Pogungjurutengah
- Gendu gendu Roso Pertanian Organik, ala Klinik PHT Swadaya Subur Makmur
Gendu gendu Roso Pertanian Organik, ala Klinik PHT Swadaya Subur Makmur

Gendu gendu Roso Pertanian Organik, ala Klinik PHT Swadaya Subur Makmur
BRUNO – Pertanian Organik dan Klinik PHT Swadaya Subur Makmur Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, menerima kunjungan tamu istimewa pada Rabu, 4 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Bapak Setyo Widodo, yang juga menjabat sebagai Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Purworejo.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan pertanian organik dan penguatan peran Klinik PHT swadaya di tingkat desa. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Setyo Widodo berbagi banyak pengalaman dan pengetahuan terkait penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta strategi pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan.
“Pertanian organik dan penerapan PHT merupakan kunci untuk menjaga keseimbangan agroekosistem. Klinik PHT swadaya seperti Subur Makmur ini sangat penting sebagai pusat belajar petani dalam mengenali hama, penyakit, serta solusi pengendaliannya secara tepat dan berkelanjutan,” ujar Setyo Widodo.
Sementara itu, Petugas POPT Kecamatan Bruno, Sugiyo menyampaikan bahwa pertanian organik dan PHT memberikan banyak manfaat bagi petani, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
“Dengan pertanian organik dan penerapan PHT, petani dapat menekan penggunaan pestisida kimia, menjaga kesuburan tanah, serta menghasilkan produk yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi. Selain itu, petani menjadi lebih mandiri dalam mengelola usahataninya,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP Bruno, perwakilan Pemerintah Desa Karanggedang, serta mahasiswa magang dari Universitas Tidar (UNTID) Magelang. Diskusi dan tukar pengalaman berlangsung aktif, terutama terkait peran klinik PHT dalam mendampingi petani menghadapi permasalahan hama dan penyakit tanaman.
Pada kesempatan yang sama, pengelola Pertanian Organik dan Klinik PHT Swadaya Subur Makmur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran serta bimbingan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Setyo Widodo atas kunjungan, arahan, dan motivasi yang diberikan. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat memperkuat pengembangan pertanian organik dan Klinik PHT di Desa Karanggedang,” ungkap perwakilan Klinik PHT.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Pertanian Organik dan Klinik PHT Swadaya Subur Makmur semakin berkembang dan mampu menjadi contoh bagi kelompok tani lain dalam menerapkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kecamatan Bruno dan sekitarnya.






