- RUMAH PANGAN KITA (RPK) DKPP PURWOREJO KEMBALI HADIR DI JUM’AT BERKAH
- Gerdal Penggerek Batang Tanaman Padi, Cegah Kerugian Petani Lebih Dalam
- Pastikan Calon Hewan Kurban yang Dikirim Ke Jabodetabek Sehat, DKPP laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK
- Temu Wicara Peternak Ayam Pedaging di Kalikalong, Loano
- Sekolah Lapang Kelapa Berkah Tani Milenial Girigondo Tutup Kegiatan dengan Praktik Pestisida Nabati dan Perangkap Kumbang Badak
- PENYERAHAN SIMBOLIS CPP ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026 OLEH BUPATI PURWOREJO
- Siap Kelola Kambing Kaligesing, 29 Kelompok Tani Ikuti Pembekalan Pradroping Hibah 2026
- PERCEPATAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER APBN TA. 2026
- Distanak Jateng Laksanakan Monev GAP Tembakau di Desa Kambangan
- Sekolah Lapang Tembakau 2026 Resmi Dibuka, Petani Kambangan Siap Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas
GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH

GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH
Purworejo, 10 Maret 2026| Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Peningkatan Status Reproduksi Sapi Peternak. Tim Keswan melaksanakan pemeriksaan reproduksi sesuai dengan keluhan yang peternak sampaikan yang sebelumnya telah bersurat ke DKPP. Pemeriksaan dilaksanakan dengan palpasi rectal untuk meraba saluran dan organ reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 9 Maret 2026 di Kelompok Tani Sekawan Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang dan pada tanggal 10 Maret 2026 di Kelompok Tani Sido Makmur Desa Kedungpomahan Kulon, Kemiri.
Pada Kegiatan ini Tim yang terdiri dari 4 Tenaga Medik Veteriner melaksanakan pemeriksaan reproduksi dengan hasil diagnosa menunjukkan bahwa sapi hibah milik kelompok ternak masih memiliki sistem reproduksi yang normal, hanya saja untuk mengenali gejala birahi yang belum tepat. Sehingga Tim Keswan memberiksan treatment beruapa vitamin ADE dan Obat cacing, serta memberiksan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan praktek langsung untuk mengenali gejala birahi dan waktu yang tepat dalam mengkawinkan sapi tersebut, baik secara alami atau dengan inseminasi buatan (IB)
Gangguan reproduksi pada sapi umumnya akan menyebabkan adanya penurunan nilai ekonomi pada usaha peternakan sapi, karena rendahnya keuntungan peternak yang disebabkan kecilnya angka kelahiran, tingginya biaya produksi, dan kesehatan hewan. Terapi yang komprehensif antara hormonal, obat (antibiotic, vitamin, dan mineral) serta perbaikan pakan bisa menghasilkan prognosa yang baik. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupaya untuk melakukan pemeriksaan reproduksi pada sapi, baik sapi bantuan dari APBD, APBN ataupun sapi milik pribadi Masyarakat. Hal ini merupakan upaya DKPP dalam mendukung program Swasembada Pangan dalam Ketahanan Pangan Nasional. Upaya ini dituangkan dalam program inovasi unggulan SUBALI SAPIRA yang memiliki akronim SUburkan KemBALI SAPI RAkyat. Program ini termasuk dalam kegiatan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan dengan melibatkan berbagai stake holder, dan didukung tenaga medis dari DKPP yang telah mendapatkan Bimtek Penanganan Gangguan Reprodusksi sebelumnya.






