- GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH
- Monitoring Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran 2026
- DKPP Gelar Sosialisasi Tim Verval Pupuk Bersubsidi Tingkat Kecamatan
- DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung di Tengah Perubahan Cuaca
- PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN ASAL HEWAN (PAH) MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
- PARTISIPASI DKPP KABUPATEN PURWOREJO DALAM GERAKAN PANGAN MURAH SERENTAK SE-JATENG
- Pemeriksaan Bovine Ephemeral Fever Virus (BEF) pada Ternak Sapi Oleh Tim Medis Hewan DKPP
- Pelayanan Kesehatan Hewan di Bulan Ramadhan
- PENGAWASAN PEREDARAN HEWAN DAN PRODUK HEWAN DI PASAR
- Program Banter Melaju Mulai Disiapkan, CPCL Bantuan Kambing Jawa Randu Dilaksanakan di Desa Kemejing
GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH

GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH
Purworejo, 10 Maret 2026| Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Peningkatan Status Reproduksi Sapi Peternak. Tim Keswan melaksanakan pemeriksaan reproduksi sesuai dengan keluhan yang peternak sampaikan yang sebelumnya telah bersurat ke DKPP. Pemeriksaan dilaksanakan dengan palpasi rectal untuk meraba saluran dan organ reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 9 Maret 2026 di Kelompok Tani Sekawan Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang dan pada tanggal 10 Maret 2026 di Kelompok Tani Sido Makmur Desa Kedungpomahan Kulon, Kemiri.
Pada Kegiatan ini Tim yang terdiri dari 4 Tenaga Medik Veteriner melaksanakan pemeriksaan reproduksi dengan hasil diagnosa menunjukkan bahwa sapi hibah milik kelompok ternak masih memiliki sistem reproduksi yang normal, hanya saja untuk mengenali gejala birahi yang belum tepat. Sehingga Tim Keswan memberiksan treatment beruapa vitamin ADE dan Obat cacing, serta memberiksan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan praktek langsung untuk mengenali gejala birahi dan waktu yang tepat dalam mengkawinkan sapi tersebut, baik secara alami atau dengan inseminasi buatan (IB)
Gangguan reproduksi pada sapi umumnya akan menyebabkan adanya penurunan nilai ekonomi pada usaha peternakan sapi, karena rendahnya keuntungan peternak yang disebabkan kecilnya angka kelahiran, tingginya biaya produksi, dan kesehatan hewan. Terapi yang komprehensif antara hormonal, obat (antibiotic, vitamin, dan mineral) serta perbaikan pakan bisa menghasilkan prognosa yang baik. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupaya untuk melakukan pemeriksaan reproduksi pada sapi, baik sapi bantuan dari APBD, APBN ataupun sapi milik pribadi Masyarakat. Hal ini merupakan upaya DKPP dalam mendukung program Swasembada Pangan dalam Ketahanan Pangan Nasional. Upaya ini dituangkan dalam program inovasi unggulan SUBALI SAPIRA yang memiliki akronim SUburkan KemBALI SAPI RAkyat. Program ini termasuk dalam kegiatan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan dengan melibatkan berbagai stake holder, dan didukung tenaga medis dari DKPP yang telah mendapatkan Bimtek Penanganan Gangguan Reprodusksi sebelumnya.





