Respon Cepat TAGIT Rabies, DKPP Kirim Sampel Terduga HPR

By DINPPKP 19 Des 2024, 09:54:26 WIB Penyuluhan

Respon Cepat TAGIT Rabies, DKPP Kirim Sampel Terduga HPR

 

 

Tim Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mendapat laporan adanya gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo a.n. Joko Santoso di Desa Bagelen Kecamatan Bagelen pada tanggal 4 Desember 2024, beliau digigit oleh anjing miliknya sendiri. Tim Kesehatan Hewan DKPP Purworejo melaksanakan tatalaksana gigitan (TAGIT) HPR dengan mengambil sampel dari HPR tersebut kemudian di uji laboratoriumkan dengan metode FAT di Balai Besar Veteriner Wates dengan mengambil sampel kepala pada hari kamis (05/12/2024).

 

 



            Sampel tersebut kemudian diuji laboratorium dengan metode FAT (Fluoresence Antibody Technique) di Balai Besar Veteriner Wates. FAT merupakan Gold standard dalam pengujian rabies.  Identifikasi virus rabies pada otak anjing umumnya menggunakan metode fluorescent antibody technique (FAT). Prinsip pengujian FAT adalah mengidentifikasi protein virus rabies pada jaringan hewan terinfeksi. Otak merupakan jaringan paling ideal untuk uji antigen rabies.

            Tindakan pengambilan sampel dan uji Laboratorim termasuk dalam tindakan surveilans yaitu dengan tujuan untuk meneguhkan diagnosa guna mengetahui kasus penyakit. Surveilans dilakukan untuk menginisiasi langkah-langkah pengendalian atau tindakan investigasi lebih lanjut. Sebagai salah satu alat dalam pengendalian atau pemberantasan penyakit, secara umum tujuan surveilans adalah untuk menunjukkan kondisi bebas penyakit, deteksi dini, pengukuran tingkat penyakit dan persebarannya, dan menemukan kasus penyakit.

            Manusia berisiko terinfeksi ketika mereka digigit oleh hewan yang terinfeksi. Penularan rabies juga dimungkinkan karena air liur hewan rabies yang kontak dengan kulit atau selaput lendir yang tergores, terluka dan tidak tergantung pada besarnya luka. Kegiatan surveilans ini bertujuan untuk mendapakan peneguhan diagnosa dalam menemukan diagnosa definitif kasus rabies. Dalam kegiatan surveilans ini juga dilaksanakan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada bapak Joko Susanto mengenai Rabies dan dilaksanakan vaksinasi rabies ke anjing milik beliau yang masih ada.

            Hasil laboratorium telah terbit pada hari Selasa (10/12/2024) dengan hasil yang negatif. Sebelumnya pemilik sudah mendapatkan suntikan vaksin anti Rabies (VAR) pada tanggal 4/12/2024 yang seharusnya akan mendapat suntikan vaksin VAR kedua kembali pada tanggal 11/12/2024, dengan adanya hasil laboratorium dari yang negative tersebut maka tidak perlu mendapat VAR kedua.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung