- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
Respon Cepat TAGIT Rabies, DKPP Kirim Sampel Terduga HPR
Respon
Cepat TAGIT Rabies, DKPP Kirim Sampel Terduga HPR
Tim
Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mendapat
laporan adanya gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Purworejo a.n. Joko Santoso di Desa Bagelen Kecamatan Bagelen pada
tanggal 4 Desember 2024, beliau digigit oleh anjing miliknya sendiri. Tim
Kesehatan Hewan DKPP Purworejo melaksanakan tatalaksana gigitan (TAGIT) HPR
dengan mengambil sampel dari HPR tersebut kemudian di uji laboratoriumkan
dengan metode FAT di Balai Besar Veteriner Wates dengan mengambil sampel kepala
pada hari kamis (05/12/2024).

Sampel
tersebut kemudian diuji laboratorium dengan metode FAT (Fluoresence Antibody
Technique) di Balai Besar Veteriner Wates. FAT merupakan Gold
standard dalam pengujian rabies. Identifikasi virus rabies pada
otak anjing umumnya menggunakan metode fluorescent antibody technique (FAT).
Prinsip pengujian FAT adalah mengidentifikasi protein virus rabies pada
jaringan hewan terinfeksi. Otak merupakan jaringan paling ideal untuk uji
antigen rabies.
Tindakan pengambilan sampel dan uji
Laboratorim termasuk dalam tindakan surveilans yaitu dengan tujuan untuk
meneguhkan diagnosa guna mengetahui kasus penyakit. Surveilans dilakukan untuk
menginisiasi langkah-langkah pengendalian atau tindakan investigasi lebih
lanjut. Sebagai salah satu alat dalam pengendalian atau pemberantasan penyakit,
secara umum tujuan surveilans adalah untuk menunjukkan kondisi bebas penyakit,
deteksi dini, pengukuran tingkat penyakit dan persebarannya, dan menemukan
kasus penyakit.
Manusia
berisiko terinfeksi ketika mereka digigit oleh hewan yang terinfeksi. Penularan
rabies juga dimungkinkan karena air liur hewan rabies yang kontak dengan kulit
atau selaput lendir yang tergores, terluka dan tidak tergantung pada besarnya
luka. Kegiatan surveilans ini bertujuan untuk mendapakan peneguhan diagnosa
dalam menemukan diagnosa definitif kasus rabies. Dalam kegiatan surveilans ini
juga dilaksanakan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada bapak Joko Susanto
mengenai Rabies dan dilaksanakan vaksinasi rabies ke anjing milik beliau yang
masih ada.
Hasil
laboratorium telah terbit pada hari Selasa (10/12/2024) dengan hasil yang
negatif. Sebelumnya pemilik sudah mendapatkan suntikan vaksin anti Rabies (VAR)
pada tanggal 4/12/2024 yang seharusnya akan mendapat suntikan vaksin VAR kedua
kembali pada tanggal 11/12/2024, dengan adanya hasil laboratorium dari yang
negative tersebut maka tidak perlu mendapat VAR kedua.






