Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau

By DINPPKP 04 Jun 2026, 09:26:52 WIB Penyuluhan
Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau

Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau

KEMIRI KEREN NEWS — Semangat belajar dan kebersamaan mewarnai pertemuan ketiga Sekolah Lapang (SL) Tembakau Kelompok Tani Sido Mukti Desa Girimulyo, Kecamatan Kemiri, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang diikuti 25 peserta, terdiri dari 19 laki-laki dan 6 perempuan ini, tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga praktik lapangan yang langsung menyentuh kebutuhan petani.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Legirin, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri Umul Khasunah, PPL Kecamatan Kemiri Wibi Agus Nugroho, serta POPT Kecamatan Kemiri, Bapak Sugiyo.

Kegiatan diawali dengan penanaman perdana tembakau di lahan demplot sekolah lapang. Dengan penuh antusias, peserta bersama penyuluh dan narasumber turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanaman bibit tembakau sebagai bagian dari pembelajaran praktik budidaya. Demplot tersebut nantinya akan menjadi sarana belajar bersama untuk mengamati pertumbuhan tanaman serta penerapan teknologi budidaya yang tepat.

Dalam sambutannya, Bapak Legirin menyampaikan apresiasi atas semangat peserta yang terus mengikuti setiap tahapan sekolah lapang.

“Sekolah lapang akan berhasil apabila petani tidak hanya hadir, tetapi juga aktif mencoba dan menerapkan ilmu yang diperoleh. Demplot ini menjadi laboratorium lapangan yang akan membuktikan bahwa teknologi budidaya yang tepat mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tembakau,” ujarnya.

Setelah kegiatan di lapangan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pemupukan tanaman tembakau oleh narasumber Umul Khasunah. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pemupukan yang berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Menurutnya, pemupukan bukan sekadar memberikan unsur hara, tetapi juga menentukan kualitas daun tembakau yang akan dihasilkan.

“Sering kali petani beranggapan semakin banyak pupuk maka hasil akan semakin baik. Padahal yang terpenting adalah tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara aplikasinya. Tanaman tembakau membutuhkan perlakuan yang cermat karena kualitas daun sangat dipengaruhi oleh manajemen pemupukan sejak awal pertumbuhan,” jelas Umul Khasunah.

Ia juga menambahkan bahwa petani perlu memahami kondisi lahannya masing-masing agar pemupukan yang diberikan benar-benar efektif dan efisien.

Suasana pembelajaran semakin menarik saat memasuki sesi praktik pembuatan Nitrobacter, yang dipandu oleh POPT Kecamatan Kemiri, Bapak Sugiyo. Pada sesi ini, peserta diajak memahami manfaat bakteri pengurai dan cara pembuatannya sebagai upaya mendukung kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Dengan penuh semangat, peserta mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari penyiapan bahan hingga proses pencampuran. Banyak peserta mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai penerapan Nitrobacter pada lahan tembakau mereka.

“Penggunaan mikroorganisme seperti Nitrobacter dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Selain lebih ramah lingkungan, teknologi ini juga dapat mendukung efisiensi penggunaan pupuk kimia apabila diterapkan dengan benar,” terang Sugiyo.

Di sela-sela acara, dalam rangka masih dalam suasana perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Umul Khasunah menyampaikan pesan motivasi kepada peserta dengan mengambil hikmah dari perjuangan Siti Hajar.

Menurutnya, kisah Siti Hajar yang tidak menyerah saat mencari air untuk putranya, Nabi Ismail, mengajarkan pentingnya ikhtiar, kesabaran, dan keyakinan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk dalam bertani.

“Siti Hajar tidak berhenti berusaha meskipun berada dalam kondisi yang sangat sulit. Beliau terus bergerak, berikhtiar, dan yakin bahwa pertolongan Allah akan datang. Begitu pula petani. Kita tidak bisa hanya menunggu hasil. Kita harus terus belajar, mencoba teknologi baru, bekerja keras, dan tetap optimis. Dari ikhtiar yang sungguh-sungguh itulah insyaallah akan lahir keberhasilan,” tuturnya.

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta yang merasa termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan semangat dalam mengelola usaha tani mereka.

Salah seorang peserta mengaku senang dengan konsep sekolah lapang yang memadukan teori dan praktik secara langsung.

“Kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkannya di lapangan. Cara seperti ini lebih mudah dipahami dan membuat kami semakin percaya diri untuk menerapkannya di lahan masing-masing,” ungkapnya.

Antusiasme peserta yang tinggi sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa sekolah lapang telah menjadi ruang belajar yang hidup bagi petani. Melalui pertemuan ketiga ini, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan tentang pemupukan dan pengelolaan tanah, tetapi juga mendapatkan inspirasi tentang pentingnya kerja keras, kesabaran, dan semangat belajar yang berkelanjutan.

Dengan semangat tersebut, Sekolah Lapang Tembakau Kelompok Tani Sido Mukti diharapkan mampu melahirkan petani-petani yang semakin terampil, mandiri, dan siap menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di Desa Girimulyo. Semoga.–





Berita Purworejo

Counter Pengunjung