- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri

Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
Kamis 11 Juni 2026, Sinergi petani, Perangkat desa, Penyuluh Pertanian dan POPT terbuti di kegiatan gerdal di desa Kerep Kecamatan Kemiri. Gerdal kali ini merupakan gerakan preventif untuk menanggulangi Hama Walang sangit. Walang sangit (Leptocorisa oratorius) adalah hama tanaman padi yang menyerang bulir pada fase matang susu dengan cara menghisap cairan biji. Serangan ini menyebabkan gabah menjadi hampa, mengapur, dan berubah warna, yang mengakibatkan penurunan drastis pada kualitas dan kuantitas hasil panen.
Dampak dan Ciri Serangan
· Menghisap Cairan Biji: Walang sangit menusuk bulir padi muda dan menyedot cairan di dalamnya.
· Bulir Hampa dan Cacat: Biji padi menjadi kosong (hampa), berubah warna menjadi cokelat kehitaman atau terdapat bercak-bercak, dan menghasilkan beras yang mudah patah.
· Bau Menyengat: Hama ini mengeluarkan bau busuk yang menyengat sebagai mekanisme pertahanan diri
Poktan Rukun Tani Desa Kerep Melaksanakan gerakan pengendalian hama walang sangit dengan menggunakan agen hayati. Gerakan pengendalian ini menggunakan Jamur Beauveria bassiana dan Jamur Metarhizium anisopliae. jamur ini bekerja dengan cara menginfeksi tubuh walang sangit. Spora jamur akan menempel, menembus kutikula, dan tumbuh di dalam tubuh serangga hingga walang sangit mati, jamur ini sangat efektif menginfeksi nimfa (walang sangit muda) dan serangga dewasa di pertanaman.
Pengendalian dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan jamur pada tanaman padi yang terdapat populasi walang sangit. Waktu pengaplikasiannya dianjurkan pada pagi hari (sebelum matahari terik) atau sore hari. Hal ini bertujuan untuk menjaga spora jamur tidak mati akibat paparan sinar UV atau panas berlebih. Pengendalian dilakukan sejak tanaman padi memasuki fase pembungaan hingga fase pengisian bulir (masak susu), karena pada fase inilah walang sangit paling aktif menyerang. Dengan adanya gerakan pengendalian yang dilakukan secara serempak dan bersama-sama ini diharapkan populasi hama walang sangit bisa dikendalikan sehingga tidak menimbulkan penurunan hasil dan kerugian bagi petani.





