- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR

“MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR”
PURWOREJO – Langkah strategis dalam memperkuat sabuk ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo menapak babak baru. Paket Pekerjaan Pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di dua titik krusial, yakni Desa Tegalaren, Kecamatan Purwodadi dan Desa Singkilwetan, Kecamatan Ngombol, kini telah resmi rampung seratus persen. Hal ini ditandai dengan terlaksananya proses Serah Terima Kedua atau Final Hand Over (FHO) antara pihak penyedia jasa dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo pada hari ini, Senin 15 Juni 2026.
Proses FHO ini menjadi tonggak penting setelah seluruh infrastruktur melewati masa pemeliharaan (defect liability period) dengan hasil yang memuaskan. Fasilitas lumbung pangan yang dibangun kini tidak hanya berdiri megah secara fisik, tetapi juga dipastikan memenuhi spesifikasi teknis dan standar kualitas yang siap pakai.
Pembangunan lumbung pangan di Desa Tegalaren dan Singkilwetan ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi para petani lokal. Pasalnya, wilayah Purwodadi dan Ngombol selama ini dikenal sebagai sentra lumbung padi andalan di Kabupaten Purworejo. Dengan adanya fasilitas penyimpanan dan sarana pendukung yang modern ini, para petani kini memiliki benteng pertahanan yang lebih kuat dalam menghadapi fluktuasi harga pasca-panen serta ancaman ketidakpastian iklim.
Kabid Pangan, Ibu Tri Astuti Andayani, S.TP.,M.M. selaku PPK Paket pekerjaan ini menegaskan bahwa serah terima akhir ini bukan sekadar urusan administrasi kontrak semata, melainkan simbol kesiapan operasional secara penuh. Diharapkan dengan adanya Lumbung Pangan ini dapat menjadi stimulus bagi petani dan warga sekitar lumbung dalam hal kemandirian pangan dan dapat memperkuat ketahanan pangan wilayah desa.
Apresiasi tinggi juga datang dari perwakilan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di kedua desa. Mereka menyambut baik penyerahan total aset ini dan berkomitmen untuk mengelola infrastruktur lumbung dengan maksimal. Ke depan, lumbung pangan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan gabah statis, melainkan pusat perputaran ekonomi baru di tingkat desa yang dikelola secara kelembagaan oleh masyarakat sendiri.
Dengan suksesnya proses Final Hand Over ini, paket pekerjaan pembangunan LPM di Desa Tegalaren dan Desa Singkilwetan resmi dinyatakan selesai secara paripurna. Kini, fondasi fisik telah kokoh berdiri, saatnya masyarakat memanfaatkannya demi mewujudkan Purworejo yang berdaulat pangan
Redaksi - Bidang Pangan DKPP Purworejo





