Pembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan di Bagelen

By DINPPKP 22 Jun 2022, 08:47:58 WIB Penyuluhan
Pembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan di Bagelen

Pembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan untuk menghasilkan bahan makanan yang aman, serta bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Pembangunan pertanian alami ini semula hanya menerapkan sistem pertanian organic. Pada budidaya tanaman, pemupukan merupakan salah satu proses yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman. Pemupukan yang tepat tentu akan menghasilkan tanaman yang sehat dan subur serta produktif, oleh karena itu para petani sering melakukan pemupukan dengan berbagai komposisi yang tujuannya adalah untuk memperoleh hasil yang maksimal.


Pupuk bokashi adalah pupuk organik yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik semisal kompos dan pupuk kandang dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme pengurai seperti mikroba atau jamur fermentasi. Hasilnya ialah berupa pupuk padat dalam kondisi sudah terurai sehingga mengandung lebih banyak unsur hara baik makro maupun mikro yang siap untuk segera diserap akar tanaman. Rata-rata kandungan pupuk bokashi sudah mencakup unsur hara makro : N, P, K, Mg, S, Ca dan unsur hara mikro : Zn, B, Fe, Cu, Mn, Mo dan Cl. Hal ini akan semakin lengkap jika ditambahkan penggunaan pupuk organik cair. Keunggulan Pupuk Bokashi padat ialah kandungan unsur haranya lebih tinggi dan sudah terurai sehingga siap diserap akar tanaman. Selain itu pupuk bokashi padat juga mengandung efektive mikroorganisme yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan patogen dalam tanah.


Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bagelen bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan Pelatihan Tematik Pembuatan Pupuk Organik pada Hari Selasa, 21 Juni 2022 yang bertempat di Aula Kecamatan Bagelen dan dilanjutkan praktik pembuatan pupuk organik di Gedung Gapoktan Bagelen Makmur Kecamatan Bagelen. Pelatihan diikuti 17 petani dari perwakilan masing-masing desa di Kecamatan Bagelen dan dihadiri oleh seluruh PPL Kecamatan Bagelen beserta Bapak Panuju Bekti, S.P., M.M. sebagai perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Narasumber pelatihan yaitu Bapak Sudiyo, selaku salah satu penyuluh pertanian di Kecamatan Bagelen. Materi yang disampaikan meliputi pupuk organik secara umum, keunggulan dan kekurangan pupuk organik, alat dan bahan yang digunakan, serta cara pembuatan pupuk organik. Alat yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik yaitu ember, terpal dan cangkul. Bahan yang digunakan yaitu pupuk kandang berupa kotoran kambing, tanah, air, sekam padi, molase atau tetes tebu, dan EM4 sebagai bakteri pengurai. Cara pembuatannya yaitu campurkan pupuk kandang dan tanah, kemudian tambahkan tetes tebu yang sudah dicampur air dan diaduk hingga merata. Tuangkan sekam padi dan tetes tebu yang sudah dicampur air, diaduk hingga merata. Tuangkan tetes tebu dan EM4 yang sudah dicampurkan dengan air, diaduk hingga merata. Tutup campuran tersebut dengan terpal supaya tidak ada udara yang masuk. Fermentasikan selama 14-21 hari, dan lakukan pengecekan setiap 2 hari sekali agar pupuk tidak terlalu panas. Semua petani yang mengikuti pelatihan aktif dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk diskusi, kemudian memiliki keinginan untuk mempraktikan pembuatan pupuk organik di wilayahnya masing-masing.


Pengirim : Argista Oktania, S.P. (PPL Kecamatan Bagelen)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung