- SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU
- Jamin Aspek ASUH, Daging Sapi dari RPH Kutoarjo Kantongi Sertifikat Halal dan NKV
- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU

DKPP ADAKAN SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU DI KECAMATAN BAGELEN
Kalirejo - Kelompok Tani Ngudi Rejo Desa Kalirejo kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petanu (Sekolah Lapang) Tembakau pada Hari Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang bertempat di rumah Ibu Rudisih selaku Kepala Dusun Kahuripan ini dihadiri oleh 25 orang peserta sekolah lapang yang terdiri dari anggota kelompok tani dan petani tembakau setempat.
Kegiatan sekolah lapang dipandu oleh drh. Nurani Utaminingputri dan Dyah Puspita Riyaningtyas, S.P. dengan materi utama mengenai pengenalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman tembakau serta upaya pengendaliannya. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai jenis OPT yang umum menyerang tanaman tembakau, mulai dari hama hingga penyakit yang dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kualitas hasil panen apabila tidak dikendalikan secara tepat.
Selain mengenali jenis dan gejala serangan OPT, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai metode pengendalian yang dapat diterapkan di lapangan. Pengendalian tersebut meliputi penggunaan pestisida kimia secara bijaksana sesuai dosis dan anjuran, serta pemanfaatan pestisida nabati yang berasal dari bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan petani. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung penerapan budidaya tembakau yang lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dan diskusi mengenai permasalahan OPT yang selama ini dihadapi petani di lahan masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknik pengendalian yang tepat dan aman, baik menggunakan pestisida kimia maupun pestisida nabati.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang Tembakau ini, diharapkan anggota Kelompok Tani Ngudi Rejo semakin memahami pentingnya pengendalian OPT secara terpadu sehingga mampu menjaga kesehatan tanaman, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan tembakau yang berkualitas tinggi dan berdaya saing.





