- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting

Akselerasi Populasi Ternak, Program "Subali Sapira" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
PITURUH – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas sektor peternakan melalui berbagai program inovatif. Salah satu gebrakan nyata yang saat ini tengah gencar dijalankan adalah program Subali Sapira (Suburkan Kembali Sapi Rakyat), sebuah inovasi strategis di bidang Kesehatan Hewan (Keswan) serta Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).
Program ini didesain khusus untuk mendeteksi secara dini gangguan reproduksi (gangrep) pada sapi milik warga. Melalui pendekatan yang terukur, tim medik dan paramedik veteriner terjun langsung ke lapangan untuk menentukan treatment atau penanganan yang tepat. Langkah ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif, mulai dari anamnesa (wawancara riwayat ternak), pemeriksaan fisik, hingga tindakan palpasi rektal.
Pendampingan Intensif di Megulungkidul
Aktivitas terbaru dari program ini berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Tim Keswan dan Kesmavet DKPP melaksanakan pendampingan intensif kepada Kelompok Tani Ternak Lembu Makmur yang berlokasi di Desa Megulungkidul, Kecamatan Pituruh.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi-sapi indukan milik anggota kelompok tani guna memastikan kondisi reproduksinya optimal dan siap untuk proses pembiakan selanjutnya.
Dari Gangguan Reproduksi hingga Berhasil Bunting
Subali Sapira bukan sekadar program pemeriksaan sesaat. Keunggulan dari inovasi ini terletak pada pendampingan yang berkelanjutan (end-to-end). Peternak tidak dibiarkan sendiri setelah sapinya diperiksa; petugas terus mengawal perkembangan ternak pasca-treatment hingga sapi menunjukkan gejala birahi yang normal. Setelah masa birahi tercapai, tindakan Inseminasi Buatan (IB) langsung dilakukan.
Bukti Nyata Keberhasilan:
Program Subali Sapira terbukti memberikan dampak instan dan nyata. Pendampingan dan treatment intensif yang dilakukan sebelumnya pada kelompok tani di Desa Jrakah dan Desa Wingko Sanggrahan tercatat telah membuahkan hasil manis, di mana sapi-sapi rakyat di wilayah tersebut kini dikonfirmasi telah berada dalam kondisi bunting.
Dengan keberhasilan yang terus meluas, program Subali Sapira diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah infertilitas atau kemajiran pada ternak. Langkah ini sekaligus menjadi angin segar bagi para peternak lokal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui peningkatan populasi sapi yang sehat dan produktif.





