- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
- KT Rukun Tani Gowong Siapkan 2.000 m² untuk Budidaya Bawang Merah Varietas Tajuk
- PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH Pengembangan Ayam Petelur di Kelompok Tani Sumber Makmur desa Tersidilor Kecamatan Pituruh
- Menjaga Genetik Unggulan Purworejo, Seleksi Hibah Kambing Kaligesing Kembali Digelar
- Temu Lapang PHT Gapoktan Argo Mulyo Desa Cangkrepkidul, Petani Purworejo Siap Bentuk Regu Pengendali Hama
- Seleksi Terakhir Rampung, 51 Kelompok Purworejo Kembangkan Kambing Jawa Randu
Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan

Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
Desa Krandegan, 23 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, Program Jaring Tangguh (Jaringan Komunitas Petani Pengamat Iklim untuk Ketangguhan Perubahan Iklim, Bencana, dan Ketahanan Pangan) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan literasi iklim bagi seluruh elemen kelompok tani di Desa Krandegan. Program ini menghadirkan perwakilan Yayasan Pengembangan Sosial Bina Sejahtera (YPSB) serta Dr. Idung Risdiyanto dari IPB University sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas petani dalam memahami perubahan iklim yang semakin nyata memengaruhi sektor pertanian. Perubahan pola curah hujan, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, serta ketidakpastian musim menjadi tantangan yang harus dihadapi petani untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan. Literasi iklim dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap risiko iklim dan bencana.
Dalam pemaparannya, Dr. Idung Risdiyanto menjelaskan berbagai fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini, dampaknya terhadap sektor pertanian, serta pentingnya pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan budidaya. Petani didorong untuk lebih memahami prakiraan musim, pola hujan, dan risiko cuaca ekstrem sehingga dapat menentukan waktu tanam, pemilihan varietas, serta strategi pengelolaan lahan yang lebih tepat.
Selain membahas tantangan yang dihadapi sektor pertanian, peserta juga mendapatkan materi mengenai berbagai strategi pertanian adaptif yang dapat diterapkan di tingkat lapangan. Strategi tersebut meliputi penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas tahan cekaman iklim, konservasi air dan tanah, diversifikasi usaha tani, hingga penguatan sistem informasi iklim berbasis komunitas. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu petani meningkatkan hasil budidaya sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kondisi cuaca.
Perwakilan YPSB menyampaikan bahwa Program Jaring Tangguh dirancang untuk memperkuat peran petani sebagai pengamat iklim di tingkat lokal. Melalui penguatan kapasitas dan jejaring komunitas, petani tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengamatan dan penyebaran informasi iklim yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara partisipatif ini melibatkan seluruh unsur kelompok tani di Desa Krandegan, mulai dari pengurus kelompok, petani anggota, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi dan pertanyaan yang muncul terkait tantangan pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis.
Melalui Program Jaring Tangguh, diharapkan terbentuk komunitas petani yang lebih siap menghadapi perubahan iklim, memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap risiko bencana, serta mampu menjaga produktivitas pertanian guna mendukung ketahanan pangan desa secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis pengetahuan iklim dan penguatan kapasitas komunitas.
PPL Pertanian
Kurniawan Setyo Nugroho, S.TP






