- SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU
- Jamin Aspek ASUH, Daging Sapi dari RPH Kutoarjo Kantongi Sertifikat Halal dan NKV
- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan

Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
Desa Krandegan, 23 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, Program Jaring Tangguh (Jaringan Komunitas Petani Pengamat Iklim untuk Ketangguhan Perubahan Iklim, Bencana, dan Ketahanan Pangan) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan literasi iklim bagi seluruh elemen kelompok tani di Desa Krandegan. Program ini menghadirkan perwakilan Yayasan Pengembangan Sosial Bina Sejahtera (YPSB) serta Dr. Idung Risdiyanto dari IPB University sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas petani dalam memahami perubahan iklim yang semakin nyata memengaruhi sektor pertanian. Perubahan pola curah hujan, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, serta ketidakpastian musim menjadi tantangan yang harus dihadapi petani untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan. Literasi iklim dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap risiko iklim dan bencana.
Dalam pemaparannya, Dr. Idung Risdiyanto menjelaskan berbagai fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini, dampaknya terhadap sektor pertanian, serta pentingnya pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan budidaya. Petani didorong untuk lebih memahami prakiraan musim, pola hujan, dan risiko cuaca ekstrem sehingga dapat menentukan waktu tanam, pemilihan varietas, serta strategi pengelolaan lahan yang lebih tepat.
Selain membahas tantangan yang dihadapi sektor pertanian, peserta juga mendapatkan materi mengenai berbagai strategi pertanian adaptif yang dapat diterapkan di tingkat lapangan. Strategi tersebut meliputi penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas tahan cekaman iklim, konservasi air dan tanah, diversifikasi usaha tani, hingga penguatan sistem informasi iklim berbasis komunitas. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu petani meningkatkan hasil budidaya sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kondisi cuaca.
Perwakilan YPSB menyampaikan bahwa Program Jaring Tangguh dirancang untuk memperkuat peran petani sebagai pengamat iklim di tingkat lokal. Melalui penguatan kapasitas dan jejaring komunitas, petani tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengamatan dan penyebaran informasi iklim yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara partisipatif ini melibatkan seluruh unsur kelompok tani di Desa Krandegan, mulai dari pengurus kelompok, petani anggota, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi dan pertanyaan yang muncul terkait tantangan pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis.
Melalui Program Jaring Tangguh, diharapkan terbentuk komunitas petani yang lebih siap menghadapi perubahan iklim, memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap risiko bencana, serta mampu menjaga produktivitas pertanian guna mendukung ketahanan pangan desa secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis pengetahuan iklim dan penguatan kapasitas komunitas.
PPL Pertanian
Kurniawan Setyo Nugroho, S.TP






