- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK UNTUK PPL DAN PETANI DI LOANO

PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BAGI PETANI DAN PENYULUH DI WILAYAH KECAMATAN LOANO
Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris karena mata pencaharian utama masyarakat Indonesia adalah bercocok tanam atau dengan kata lain bertani. Beraneka ragam tanaman pertanian yang ada dan diusahakan oleh masyarakat petani di Indonesia. Namun sangat disayangkan, dewasa ini lahan pertanian Indonesia semakin sempit karena industrialisasi. Tanah hijau berubah menjadi tandus dan gersang, bencana alam pun tak dapat dihindari. Selain itu, hal yang juga memprihatinkan adalah pola pikir masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata tentang sektor pertanian. Itulah mengapa output pertanian Indonesia tidak sebanding dengan sumber daya alam yang tersedia.
Penurunan hasil pertanian yang dibarengi dengan meningkatnya daya tahan hama dan penyakit tanaman, disebabkan karena fauna tanah yang bermanfaat bagi tanaman semakin berkurang dan mikroorganisme yang berguna bagi kesuburan tanah pun nyaris hilang akibat pemakaian input agrokimia yang berlebihan. Bahkan, hama dan penyakit tanaman bukannya menurun, tapi justru semakin kebal terhadap bahan-bahan kimia tersebut. Sehingga, petani memerlukan dosis yang lebih tinggi lagi untuk membasminya. Ini artinya, petani tidak saja menebar racun untuk membasmi hama dan penyakit, tetapi juga meracuni dirinya sendiri.
Akhir - akhir ini perhatian masyarakat terhadap persoalan pertanian, kesehatan dan lingkungan global semakin meningkat. Kepedulian tersebut dilanjutkan dengan usaha-usaha yang konkrit untuk menghasilkan pangan tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumber daya tanah, air, dan udara serta aman bagi kesehatan manusia. Salah satu nya adalah dengan pengembangan pertanian organik yang ramah lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat, bebas dari residu obat-obatan dan zat-zat kimia yang mematikan.
Pertanian organik adalah sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air. Di sisi lain, pertanian organik meningkatkan kesehatan dan produktivitas di antara flora, fauna dan manusia.
Sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mengembangkan pertanian organik, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan pelatihan tematik DAK Non Fisik TA. 2022 dengan tema pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21 Juni 2022 bertempat di BPP Kecamatan Loano dengan peserta sejumlah 25 orang terdiri dari unsur penyuluh dan petani di wilayah kecamatan loano, dengan narasumber praktisi organik dari Kelompok Tani Ngudi Barokah Desa Banyuasin Kembaran Kecamatan Loano Bpk Imam Ashari Santoso. Dalam pelatihan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Camat Loano yang diwakili oleh Kasie Pembangunan,Ibu Sari Miskarni. Dalam pelatihan tersebut disampaikan materi mengenai pupuk organik,cara pembuatan dan aplikasinya di lahan. Dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik padat dari kohe,dan bekatul,tetes tebu dan dekomposer EM-4. Peserta mengikuti pelatihan secara aktif dan antusias dari awal sampai akhir.
Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan kepada penyuluh dan petani tentang pupuk organik dan nantinya dapat meningkatkan produktivitas tanaman pertanian,yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Selain itu dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk organik ini,petani perlahan lahan beralih ke budidaya pertanian organik yang ramah lingkungan, kesuburan tanah terjaga dan menghasilkan produk pertanian yang sehat.
(Nani Haryani S, SP - PPL BPP Loano)






