- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
Optimalisasi Tanam Padi Jarwo Kelompok Tani Bumi Makmur , Kedungpoh, Loano

Optimalisasi Tanam Padi Jajar Legowo Dengan Pembuatan Alat Bantu Tanam Jajar Legowo (Caplak) di Kelompok Tani Bumi Makmur Desa Kedungpoh Kecamatan Loano
Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Sistem ini ditujukan untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman padi melalui pengaturan populasi, tanaman diatur sehingga mendapatkan ruang tumbuh dan sinar matahari yang maksimal serta efektivitas pemeliharaan tanaman seperti penyiangan, aplikasi pupuk, serta penanggulangan hama dan penyakit lebih efektif sehingga dapat meningkatkan produktifitas padi sekitar 10-15 % .
Untuk mencapai peningkatan produksi padi tersebut masih terdapat kendala yang ditemui, diantara kendala tersebut adalah penggunaan metode tanam padi masih secara konvensional/tegel sehingga produksi dan produktivitas yang diharapkan belum bisa tercapai. Keluhan saat ini petani merasa sulit untuk tanam dengan sistem jajar legowo.
Untuk mengurangi keluhan tersebut maka dibuatlah prototype caplak sebagai alat penggaris tanah dengan tujuan untuk memudahkan dalam pembuatan garis dilahan sawah yang akan ditanam padi dengan jajar legowo.Pada hari Minggu, 19 Juni 2022 di kelompok tani bumi makmur desa Kedungpoh bersama petani membuat caplak dengan modifikasi alat yang bisa digunakan untuk sistem jajar legowo 2. : 1 dan legowo 4: 1,serta dapat diatur jarak tanamnya sesuai dengan kebutuhan petani. Dengan pembuatan alat ini diharapkan dapat mempermudah dalam penanaman padi jajar legowo sehingga populasi tanaman bertambah dan peningkatan produktivitas 10 - 15 persen dapat tercapai.Selain itu, dengan adanya alat ini diharapkan dapat diadopsi dan dapat diterapkan secara berkelanjutan
(Winaryanti - PPL BPP Loano)






