- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Muncul Serangan HDB, petani di Wonodadi Lakukan Gerakan Pengendalian Massal

Muncul Serangan HDB, petani di
Wonodadi Lakukan Gerakan Pengendalian Massal
Hawar daun bakteri padi adalah
penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae . Patogen
ini dapat mengenfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman dari
mulai pesemaian sampai menjelang panen. Penyebab penyakit (patogen) menginfeksi
tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau lubang alami berupa stomata dan merusak
klorofil daun. Hal tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan tanaman untuk melakukan
fotosintesis yang apabila terjadi pada tanaman muda mengakibatkan mati dan pada
tanaman fase generative mengakibatkan pengisian gabah menjadi kurang sempurna.
Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit kresek.
Penyakit hawar daun bakteri
merupakan penyakit yang tersebar luas di pertanaman padi sawah dan bisa
menurunkan hasil sampai 36%. Penyakit ini pada umumnya terjadi pada musim hujan
atau lembab >75%, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan
pemupukan dengan kadar Nitrogen (N) yang tinggi.
Kelompok Tani Karya Makmur, Desa
Wonodadi Kecamatan Butuh, melakukan kegiatan Gerakan Pengendalian Massal
(Gerdal) Hawar Daun Bakteri pada Kamis, 13 Februari 2025. Langkah ini diambil
sebagai tindak lanjut laporan dari petani atas gejala serangan yang muncul pada
pertanaman. Setelah berkoorinasi dengan PPL dan POPT dilakukan pengamatan atas
laporan tersebut dan benar indikasi yang muncul adalah gejala serangan hawar
daun bakteri. Atas rekomendasi dari POPT untuk dilakukan pengendalian massal
sebagai solusi untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Kegiatan ini
diikuti oleh anggota kelompok tani Karya Makmur Desa Wonodadi, PPL, POPT, dan
perangankat desa dengan jumlah peserta 25 orang. Pestidida yang digunakan
adalah pestisida dengan bahan aktif tembaga oksida dengan cara aplikasi
melarutkan 1 sendok pestisida dalam 1 tangki sprayer.
Pengendalian penyakit hawar daun
bakteri akan lebih berhasil bila dilaksanakan secara terpadu, mengingat
berbagai faktor dapat mempengaruhi penyakit ini di lapangan, misalnya keadaan
tanah, pengairan, pemupukan, kelembaban, suhu dan ketahanan varietas
padi yang ditanam.






