- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
Mendidik Santri Bermental Wirausaha

Mendidik Santri
Bermental Wirausaha
Pondok
Pesantren Nur Muhammad yang berada di desa Blekatuk kecamatan Pituruh merupakan
pondok pesantren yang mengajarkan ilmu agama sekaligus ilmu berwirausaha.
Berbagai ketrampilan diajarkan di pondok pensantren tersebut seperti beternak
sapi,kambing,domba dan ayam.Selain itu juga diajarkan tentang ilmu pertanian
seperti perbibitan tanaman hortikultura dan juga pertukangan maupun permesinan.
Menurut pengasuh pondok pesantren yaitu Gus Chamid diajarakannya ilmu ketrampilan
sebagai bekal ketika nanti santri sudah harus terjun langsung ke masyarakat
dapat mencukupi kebutuhan hidup sekaligus berdakwah ditengah masyarakat.
Sistem
pembelajaran berjenjang dari santri yang sudah menguasai ketrampilan wajib
mengajarkan dan mendidik santri lainya agar dapat mengusai ilmu ketrampilan.
Ketika ada permasalahan terkait hewan ternaknya maka Gus Chamid akan memanggil
dokter hewan untuk mengobati dan sekaligus memberikan ilmu pengetahuan kepada
santri -santri yang merawat ternak tersebut.Pada hari rabu tanggal 12 maret
tahun 2025, pengasuh ponpes memanggil petugas Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian Kabupaten Purworejo yaitu drh.Zain Amri karena baru mendatangkan kambing
kaligesing yang kondisinya sudah sakit dan ambruk. Setelah dilakukan
pemeriksaan medis menyatakan bahwa ternak tersebut mengalami sakit yang kronis
akibat dari penyakit scabies yang tidak segera ditangani sehingga malnutrisi.
Santri -
santri dengan sangat antusias memperhatikan dengan seksama atas apa yang
dilakukan oleh dokter hewan. Setelah
dilakukan pengobatan atas gejala sakit yang terlihat, santri-santri kemudian mendengarkan berbagai saran yang harus
dilakukan dalam merawat kambing yang sakit tersebut yaitu diberi pakan bergizi
berupa hijauan, diberikan pisang / pepaya matang,minum air gula, sementara
pakan bekatul atau yang lainya jangan diberikan. Untuk perawatan kulit yang
bersisik dan cenderung kaku agar diberikan tumbukan daun leresidae atau abu
dari daun kluwih maupun daun pohon pinang yang dicampur minyak goreng untuk
dibalurkan ke kulit yang kaku dan berkeropeng.
Proses penyembuhan membutuhkan waktu yang lama sehingga harus sabar dan telaten dalam merawatnya. Itulah sedikit gambaran aktifitas santri selain mengaji ilmu agama tapi mempraktekan ilmu beternak yang nantinya sebagai bekal saat sudah hidup bermasyarakat.Harapanya selain mengajarkan tentang ilmu agama, nantinya juga mengajarkan ketrampilan yang bermanfaat kepada masayarakat sehingga dengan kemampuan skill yang dimiliki menjadi tauladan, agen perubahan dalam masyarakat untuk meningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang dibinanya. Santri yang memiliki jiwa wirausaha tentunya kreatif dan inovatif yang akan membawa perubahan di dalam masyarakat ketika sudah bermukim akan berkontribusi nyata dalam hidup bermasyarakat.






