KELOMPOK TANI SUBUR GELAR PERTEMUAN KOORDINASI PERSIAPAN MASA TANAM (MT) 1 PADI 2024/2025

By DINPPKP 18 Nov 2024, 08:07:48 WIB Penyuluhan
KELOMPOK TANI SUBUR GELAR PERTEMUAN KOORDINASI PERSIAPAN MASA TANAM (MT) 1 PADI 2024/2025

KELOMPOK TANI SUBUR GELAR PERTEMUAN KOORDINASI PERSIAPAN MASA TANAM (MT) 1 PADI 2024/2025

 

Kelompok Tani Subur Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan koordinasi dalam rangka koordinasi persiapan MT 1 padi tahun 2024/2025. Pertemuan dilaksanakan pada Hari Kamis, 14 November 2024 mulai pukul 09.00 WIB di Gedung Gapoktan Desa Tlogokotes. Pertemuan dihadiri oleh 32 orang yang terdiri atas Kepala Desa Tlogokotes, Babinsa, Koordinator PPL Kecamatan Bagelen, PPL Wilayah Binaan Desa Tlogokotes, ketua Gapoktan Tani Maju, ketua, pengurus dan anggota kelompok tani.

Pertemuan digelar sebagai wahana koordinasi dalam upaya persiapan menyambut MT 1 padi yang akan segera dimulai agar dihasilkan perencanaan secara terintegrasi untuk ditindaklanjuti oleh semua pihak yang hadir dalam pertemuan. Dalam pertemuan tersebut Koordinator PPL Kecamatan Bagelen menyampaikan materi tentang pentingnya penambahan bahan organik di lahan sawah sebagai penunjang kesuburan dan penjaga kelestarian lahan. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut  hasil uji hara tanah yang dilakukan oleh Tim Pupuk Indonesia pada awal Agustus 2024 lalu di mana hasil dari uji tersebut menyatakan bahwa kadar C-Organik sampel tanah lahan sawah di wilayah KT. Subur berada pada kategori rendah. Koordinator BPP juga menyampaikan bahwa hukum mengembalikan dan memberikan bahan organik ke lahan adalah suatu kewajiban bagi pemilik lahan dan hak bagi tanah di lahan petani supaya kelestariannya tetap terjaga hingga generasi-generasi ke depan. Yang mengambil peran dalam penurunan kualitas lahan dari masa ke masa adalah penggunaan pupuk kimia secara terus menerus tanpa diimbangi dengan aplikasi bahan organik. Pupuk kimia jika tidak digunakan secara bijaksana maka akan membuat tanah menjadi lengket, tandus, menurun tingkah keasaman dan kesuburannya.

Penyuluh wilayah binaan memberikan materi mengenai jenis-jenis padi varietas genjah yang dapat dijadikan sebagai alternatif pemilihan varietas padi yang akan ditanam pada MT 1 ke depan. Varietas padi genjah seperti Pajajaran, Cakrabuana dan M70D dapat dijadikan alternatif bagi petani yang menginginkan panen padi lebih cepat karena munculnya kekhawatiran musim hujan akan berlangsung lebih cepat dan terjadi kemarau panjang seperti tahun 2023 dan 2024 ini. Selain panen lebih cepat, padi genjah juga memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih tahan terhadap serangan wereng batang cokelat biotipe 1 dan 2 serta penyakit hawar daun bakteri, bentuk daun bendera tegak sehingga aman dari gangguan burung, nasi yang pulen dan potensi produksi yang cukup besar. Dalam pertemuan tersebut juga disepakati tarif traktor yang akan berlaku pada MT 1 ini bagi anggota kelompok tani serta tanya jawab seputar persiapan lahan, penyaluran pupuk bersubsidi dan teknik pemupukan tanaman padi. Semua pihak berharap MT 1 padi kali ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil sesuai harapan sebagai penghibur lara petani pasca merosotnya produksi padi pada musim tanam sebelumnya akibat serangan hama wereng yang luar biasa.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung