- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KELOMPOK TANI SUBUR GELAR PERTEMUAN KOORDINASI PERSIAPAN MASA TANAM (MT) 1 PADI 2024/2025

KELOMPOK
TANI SUBUR GELAR PERTEMUAN KOORDINASI PERSIAPAN MASA TANAM (MT) 1 PADI
2024/2025
Kelompok
Tani Subur Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo menggelar
pertemuan koordinasi dalam rangka koordinasi persiapan MT 1 padi tahun
2024/2025. Pertemuan dilaksanakan pada Hari Kamis, 14 November 2024 mulai pukul
09.00 WIB di Gedung Gapoktan Desa Tlogokotes. Pertemuan dihadiri oleh 32 orang
yang terdiri atas Kepala Desa Tlogokotes, Babinsa, Koordinator PPL Kecamatan
Bagelen, PPL Wilayah Binaan Desa Tlogokotes, ketua Gapoktan Tani Maju, ketua,
pengurus dan anggota kelompok tani.
Pertemuan
digelar sebagai wahana koordinasi dalam upaya persiapan menyambut MT 1 padi
yang akan segera dimulai agar dihasilkan perencanaan secara terintegrasi untuk
ditindaklanjuti oleh semua pihak yang hadir dalam pertemuan. Dalam pertemuan
tersebut Koordinator PPL Kecamatan Bagelen menyampaikan materi tentang
pentingnya penambahan bahan organik di lahan sawah sebagai penunjang kesuburan
dan penjaga kelestarian lahan. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut hasil uji hara tanah yang dilakukan oleh Tim
Pupuk Indonesia pada awal Agustus 2024 lalu di mana hasil dari uji tersebut
menyatakan bahwa kadar C-Organik sampel tanah lahan sawah di wilayah KT. Subur
berada pada kategori rendah. Koordinator BPP juga menyampaikan bahwa hukum
mengembalikan dan memberikan bahan organik ke lahan adalah suatu kewajiban bagi
pemilik lahan dan hak bagi tanah di lahan petani supaya kelestariannya tetap
terjaga hingga generasi-generasi ke depan. Yang mengambil peran dalam penurunan
kualitas lahan dari masa ke masa adalah penggunaan pupuk kimia secara terus
menerus tanpa diimbangi dengan aplikasi bahan organik. Pupuk kimia jika tidak
digunakan secara bijaksana maka akan membuat tanah menjadi lengket, tandus,
menurun tingkah keasaman dan kesuburannya.
Penyuluh
wilayah binaan memberikan materi mengenai jenis-jenis padi varietas genjah yang
dapat dijadikan sebagai alternatif pemilihan varietas padi yang akan ditanam
pada MT 1 ke depan. Varietas padi genjah seperti Pajajaran, Cakrabuana dan M70D
dapat dijadikan alternatif bagi petani yang menginginkan panen padi lebih cepat
karena munculnya kekhawatiran musim hujan akan berlangsung lebih cepat dan
terjadi kemarau panjang seperti tahun 2023 dan 2024 ini. Selain panen lebih
cepat, padi genjah juga memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih tahan terhadap
serangan wereng batang cokelat biotipe 1 dan 2 serta penyakit hawar daun
bakteri, bentuk daun bendera tegak sehingga aman dari gangguan burung, nasi
yang pulen dan potensi produksi yang cukup besar. Dalam pertemuan tersebut juga
disepakati tarif traktor yang akan berlaku pada MT 1 ini bagi anggota kelompok
tani serta tanya jawab seputar persiapan lahan, penyaluran pupuk bersubsidi dan
teknik pemupukan tanaman padi. Semua pihak berharap MT 1 padi kali ini dapat
berjalan dengan baik dan memberikan hasil sesuai harapan sebagai penghibur lara
petani pasca merosotnya produksi padi pada musim tanam sebelumnya akibat
serangan hama wereng yang luar biasa.






