- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
INDIKASI GEOGRAFIS (IG) KOPI DI KABUPATEN PURWOREJO

INDIKASI
GEOGRAFIS (IG) KOPI DI KABUPATEN PURWOREJO
Purworejo
(2/122024) – Kegiatan Indikasi Geografis (IG) Kopi yang
dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2024, bertempat di Desa Sidomulyo,
Kecamatan Purworejo, berjalan dengan sukses dan dihadiri oleh berbagai pihak
yang berkepentingan dalam industri kopi. Acara ini melibatkan produsen kopi,
pengolah kopi, serta pedagang kopi yang antusias dalam menyukseskan upaya untuk
meningkatkan kualitas dan daya saing produk kopi khas Kabupaten Purworejo.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh
pembawa acara, yang mengajak seluruh peserta untuk membaca basmallah
bersama-sama sebagai pembuka acara. Acara selanjutnya adalah sambutan
Koordinator PPL BPP Kecamatan Purworejo. Dalam sambutannya, Bapak Sunardi,
S.Pt, selaku Koordinator PPL BPP Kecamatan Purworejo, menjelaskan tujuan dari
kegiatan ini, yaitu untuk memperkenalkan dan mendalami lebih jauh tentang
Indikasi Geografis (IG), sebuah penyebutan nama wilayah geografis yang
bertujuan untuk menunjukkan asal-usul suatu produk, seperti kopi. IG tidak
hanya memberikan pengakuan terhadap keaslian produk, tetapi juga berfungsi
untuk meningkatkan daya saing produk kopi Kabupaten Purworejo di pasar global. "Manfaat
dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk kopi Kabupaten
Purworejo, serta memberi keuntungan bagi produsen dan konsumen kopi. Selain
itu, masyarakat bisa merasa lebih aman saat membeli kopi, karena mereka tahu
produk tersebut asli dan berkualitas," ujar Bapak Sunardi.
Pentingnya Perawatan Tanaman Kopi yang Baik
Salah satu sesi dalam acara ini juga membahas mengenai
perawatan tanaman kopi yang tepat agar dapat menghasilkan biji kopi berkualitas
tinggi. Para peserta diajak untuk memahami langkah-langkah penting dalam
merawat tanaman kopi, seperti pemupukan, penyiraman, penyiangan, dan
pemangkasan. Pemupukan dilakukan dua kali setahun, di awal dan akhir musim
hujan, sementara penyiraman dilakukan secara berkala, terutama di musim kemarau.
Selain itu, penyiangan tanaman kopi perlu dilakukan dengan rutin untuk menjaga
kebersihan dan mengurangi hama yang bisa merusak tanaman. Pemangkasan juga
menjadi hal yang penting untuk memastikan tanaman kopi tumbuh dengan baik dan
menghasilkan buah yang maksimal. Tanaman kopi membutuhkan banyak sinar matahari,
oleh karena itu, penting untuk menanamnya di tempat yang tidak terlindung oleh
pohon besar.
Diskusi dan Pengumpulan Data IG Kopi
Kegiatan ini juga mencakup sesi pengumpulan data
mengenai potensi IG Kopi Kabupaten Purworejo. Sebanyak 20 orang produsen kopi
dan pedagang kopi hadir untuk memberikan pandangan dan saran terkait
pengembangan kopi lokal. Dalam diskusi tersebut, terungkap pentingnya
sertifikasi IG untuk meningkatkan kualitas kopi dan menambah nilai jual kopi
lokal di pasar global. Para peserta sepakat bahwa proses pengajuan IG harus
segera dilakukan dengan melibatkan semua pihak terkait, baik petani, pengolah,
maupun pedagang kopi. Selain itu, sosialisasi mengenai IG kopi juga perlu
dilakukan kepada petani dan pemangku kepentingan lainnya agar mereka lebih
memahami manfaat dan cara memperoleh sertifikasi IG.
Harapan dan Tindak Lanjut
Kegiatan ini
ditutup dengan harapan besar agar pengajuan sertifikasi IG Kopi Kabupaten
Purworejo dapat segera terwujud. Dengan demikian, kopi lokal Purworejo dapat
memperoleh pengakuan yang lebih luas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi
seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani hingga konsumen. Ke depannya,
langkah tindak lanjut akan melibatkan koordinasi lebih lanjut dengan lembaga
terkait untuk memastikan proses pengajuan IG berjalan lancar, serta melibatkan
lebih banyak pihak dalam sosialisasi dan pengembangan kopi Purworejo. Semoga
dengan adanya kegiatan ini, kopi Kabupaten Purworejo semakin dikenal dan
dihargai, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar internasional.






