BPP Kaligesing Antisipasi Dini Serangan OPT Padi, Lakukan Pengamatan OPT Secara Intensif

By DINPPKP 16 Feb 2025, 21:18:44 WIB Penyuluhan
BPP Kaligesing  Antisipasi Dini Serangan OPT Padi, Lakukan Pengamatan OPT   Secara Intensif

BPP Kaligesing Tingkatkan Kewaspadaan, Laksanakan Pengamatan OPT Padi secara Intensif untuk Antisipasi Dini Serangan OPT

______________________________

# Deni Heryanto : Penyuluh Pertanian

_____________

Kaligesing,  Jumat, 14 Februari 2025 – BPP Kaligesing, dimotori oleh koordinator, Jarwani, S.ST., mengadakan kegiatan pengamatan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) di sawah-sawah wilayah Kecamatan Kaligesing. Langkah ini dilaksanakan sebagai antisipasi terhadap meluasnya serangan OPT berupa kresek / hawar daun yang menyerang tanaman padi di persawahan wilayah desa Banyuasin Separe, dan Tridadi, yang nota bene merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah Kaligesing sebelah utara, awal pekan Februari 2025 ini.

 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim yang dimotori langsung oleh Koordinator BPP, Penyuluh wibi dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Wilayah Kaligesing-Loano. Hasil pengamatan OPT di desa Tlogobulu masih aman, tidak terdapat serangan OPT yang signifikan. Adapun pengamatan di blok sawah desa Tawangsari hingga Ngadirejo, ada beberapa OPT yang ditemui, walaupun skala tingkat rendah yakni hama keong di Sumowono, sundep di Tlogobulu dan OPT burung di Ngadirejo. 

 

Menurut penjelasan dari Petugas POPT wilayah Loano-Kaligesing, Wagiyanti, S.P., OPT yang perlu diwaspadai adalah OPT hawar daun / kresek yang terlihat di desa Tawangsari dan sekitarnya. Penyakit hawar daun pada padi dapat dicegah dengan cara mengatur jarak tanam, menghindari genangan air, dan menerapkan pemupukan yang seimbang, dan menggunakan jarak tanam yang agak lebar, dan menanam padi dengan sistem jajar legowo. Pengaturan air untuk menghindari genangan air secara terus-menerus, serta melakukan pengairan secara berselang juga akan sangat menunjang.

Pada kegiatan pemupukan, perlu memberikan pupuk N dan K secara berimbang, dan menghindari pemupukan N dosis tinggi.

"Lakukan pemupukan yang tepat dengan pupuk yang mengandung nitrogen, kalium, dan magnesium", tambahnya.

Untuk sanitasi lingkungan, perlu menjaga kebersihan sawah dari gulma yang dapat menjadi inang alternatif. "Bersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi", tukasnya sambil menunjukkan gejala serangan pada tanaman yang sakit.

"Untuk pencegahan lebih lanjut terhadap serangan penyakit kresek tersebut, dapat dilakukan dengan aplikasi Agensia hayati Paenybacillus sp, konsentrasi 5cc per liter. Aplikasi dilakukan saat perendaman benih ( sebelum disebar), dan umur 14, 28, 42 HST. Apabila pengendalian hayati TDK mempan baru menggunakan pestisida kimia. Untuk kresek dapat menggunakan bakterisida dg bahan aktif tembaga oksida. Penyakit hawar daun bakteri pada padi disebabkan oleh bakteri Gram negatif Xanthomonas oryzae pv. Penyakit ini pada umumnya terjadi pada musim hujan atau kelembaban tinggi", POPT memberikan keterangan penutup. 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung