- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
BPP Kaligesing Antisipasi Dini Serangan OPT Padi, Lakukan Pengamatan OPT Secara Intensif
BPP Kaligesing Tingkatkan
Kewaspadaan, Laksanakan Pengamatan OPT Padi secara Intensif untuk Antisipasi
Dini Serangan OPT
______________________________
# Deni Heryanto : Penyuluh
Pertanian
_____________
Kaligesing, Jumat, 14 Februari 2025 – BPP Kaligesing,
dimotori oleh koordinator, Jarwani, S.ST., mengadakan kegiatan pengamatan OPT
(Organisme Pengganggu Tanaman) di sawah-sawah wilayah Kecamatan Kaligesing.
Langkah ini dilaksanakan sebagai antisipasi terhadap meluasnya serangan OPT
berupa kresek / hawar daun yang menyerang tanaman padi di persawahan wilayah
desa Banyuasin Separe, dan Tridadi, yang nota bene merupakan wilayah yang
berbatasan langsung dengan wilayah Kaligesing sebelah utara, awal pekan
Februari 2025 ini.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh
Tim yang dimotori langsung oleh Koordinator BPP, Penyuluh wibi dan Petugas
Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Wilayah Kaligesing-Loano. Hasil
pengamatan OPT di desa Tlogobulu masih aman, tidak terdapat serangan OPT yang
signifikan. Adapun pengamatan di blok sawah desa Tawangsari hingga Ngadirejo,
ada beberapa OPT yang ditemui, walaupun skala tingkat rendah yakni hama keong
di Sumowono, sundep di Tlogobulu dan OPT burung di Ngadirejo.
Menurut penjelasan dari Petugas
POPT wilayah Loano-Kaligesing, Wagiyanti, S.P., OPT yang perlu diwaspadai
adalah OPT hawar daun / kresek yang terlihat di desa Tawangsari dan sekitarnya.
Penyakit hawar daun pada padi dapat dicegah dengan cara mengatur jarak tanam,
menghindari genangan air, dan menerapkan pemupukan yang seimbang, dan menggunakan
jarak tanam yang agak lebar, dan menanam padi dengan sistem jajar legowo.
Pengaturan air untuk menghindari genangan air secara terus-menerus, serta
melakukan pengairan secara berselang juga akan sangat menunjang.
Pada kegiatan pemupukan, perlu memberikan
pupuk N dan K secara berimbang, dan menghindari pemupukan N dosis tinggi.
"Lakukan pemupukan yang
tepat dengan pupuk yang mengandung nitrogen, kalium, dan magnesium",
tambahnya.
Untuk sanitasi lingkungan, perlu
menjaga kebersihan sawah dari gulma yang dapat menjadi inang alternatif.
"Bersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi", tukasnya sambil
menunjukkan gejala serangan pada tanaman yang sakit.
"Untuk pencegahan lebih
lanjut terhadap serangan penyakit kresek tersebut, dapat dilakukan dengan aplikasi
Agensia hayati Paenybacillus sp, konsentrasi 5cc per liter. Aplikasi dilakukan
saat perendaman benih ( sebelum disebar), dan
umur 14, 28, 42 HST. Apabila pengendalian hayati TDK mempan
baru menggunakan pestisida kimia. Untuk kresek dapat menggunakan bakterisida dg
bahan aktif tembaga oksida. Penyakit hawar daun bakteri pada padi
disebabkan oleh bakteri Gram negatif Xanthomonas oryzae pv. Penyakit ini pada
umumnya terjadi pada musim hujan atau kelembaban tinggi", POPT memberikan
keterangan penutup.






