- Bangun Semangat Baru, Gapoktan Sido Makmur Gelar RAT dan Reorganisasi Pengurus PUAP 2026–2031
- Kunjungan Study Tiru Petani Blora ke Desa DKrandegan, Bayan
- DKPP Purworejo Verifikasi CPCL SL Tembakau 2026 di Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan
- Tak Mau Kalah dengan Bapak-Bapak, KWT Sumber Barokah Praktek Membuat Silase untuk Kemudahan Beternak Kambing
- Pengendalian ‘Kresek’ pada Padi di Desa Kalimati, Libatkan Petani, PPL, dan Babinsa
- Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
- Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
- MENGHADIRI PERESMIAN PROYEK TAHUN 2025 & KENDURI AGUNG HARI JADI PURWOREJO KE-195
- Kelompok Tani Arso Basuki Sepakati MT II Serentak, Bahas Antisipasi Hama dan Penyakit Padi
- BPP Bruno dan POPT melakukan Monitoring Pertanaman Padi Gogo di KT Buwana Jaya Kambangan Bruno
Waspada Lumpy Skin Disease

Waspada Lumpy Skin Disease
Purworejo, 05 Januari 2025 || Tim kesehatan hewan (Keswan) DKPP bersama dengan PPL Kecamatan Butuh melaksanakan pelayanan kesehatan hewan di Desa Karanganom, Kecamatan Butuh yang merupakan tindak lanjut dari laporan warga dan Perangkat Desa Karanganom bahwa ternak sapi di daerah tersebut terdapat kasus suspect Lumpy Skin Disease (LSD). LSD banyak menyerang pedet karena imunitas yang masih rentan terserang Lumpy Skin Disease Virus (LSDV).
Gejala yang muncul pada sapi kasus suspect LSD adalah munculnya lesi-lesi pada kulit berupa nodul atau bentol dengan diameter 1-7cm yang diawali dengan demam mencapai suhu 40,5oC. Tanda klinis lainnya yaitu lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus bagian scapula kaki depan dan prefemoralis pada bagian kaki belakang serta dapat terjadi oedema pada kaki.
Penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, dan juga dapat ditularkan dari induk ke fetus melalui intrauterine. Penularan secara mekanis terjadi melalui vektor yaitu nyamuk (genus aedes dan culex), lalat (Stomoxys sp, Haematopota spp, Hematobia irritans), migas penggigit dan caplak (Riphicephalus appendiculatus dan Ambyomma heberaeum). Oleh sebab itu Tim Keswan menyarankan untuk memberantas vector dengan membuat bedihan/bediang dan atau memasang kelambu pada kandang sebagai bentuk pencegahan. Pencegahan lain bisa dilakukan dengan vaksinasi LSD. Hingga saat ini belum ada pengbobatan khusus terhadap LSD. Pengobatan untuk LSD bersifat symptomatik untuk mengobati gejala klinis yang muncul dan suportif untuk memperbaiki kondisi tubuh ternak terinfeksi.






