Warga Cepedak Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

By DINPPKP 27 Feb 2025, 09:25:27 WIB Penyuluhan
Warga Cepedak Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

Warga Cepedak Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

_____________

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno semakin menyala

_____________

Cepedak, 25 Februari 2025 – Ketahanan pangan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga berawal dari rumah tangga. Di Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, pemanfaatan pekarangan menjadi solusi nyata bagi warga untuk mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri. 

 

Melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), warga didorong untuk menanam berbagai jenis sayuran dan beternak di lahan terbatas. Hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan harian tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan lokal.   

 

Salah satu kelompok yang aktif dalam program ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera. Ketua KWT, Siti Sakinah, mengungkapkan bahwa dengan memanfaatkan pekarangan, anggotanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.   “Alhamdulillah, kami bisa panen kangkung, sawi, bayam, cabai, pepaya, dan tomat. Kami juga beternak ayam, sehingga kebutuhan protein seperti daging dan telur terpenuhi. Bahkan, hasil panen sering kali berlebih dan bisa dijual atau dibagikan ke tetangga,” katanya. 

 

Tak hanya itu, pemanfaatan pekarangan juga berdampak langsung pada penghematan pengeluaran rumah tangga.  "Hampir semua kebutuhan dapur tersedia di pekarangan. Cabai, terong, kacang panjang, bahkan ikan dan daging ayam bisa diperoleh sendiri. Dengan cara ini, kami bisa menghemat minimal Rp20.000 per hari,” tambahnya. 

 

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kepala Desa Cepedak, Sugeng Haryanto, menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat keluarga. “Jika setiap rumah tangga memiliki ketahanan pangan yang kuat, maka ketahanan pangan nasional juga akan ikut terjaga,” ujarnya. 

 

Senada dengan hal itu, Hari Prabowo, S.TP, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan  PPL Wibi Cepedak, menjelaskan bahwa program P2L mendorong pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan. “Ketahanan pangan dapat dimulai dari skala terkecil, yaitu rumah tangga. Jika ketahanan pangan rumah tangga kuat, maka ketahanan pangan nasional juga akan semakin kokoh,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemanfaatan pekarangan bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. 

 

 “Sebuah keluarga yang mampu memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga, sesungguhnya adalah pahlawan pangan nasional,” pungkasnya. 

 

Keberhasilan KWT Sejahtera di Desa Cepedak menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkungan terkecil: rumah tangga. Dengan semangat gotong royong dan dukungan program P2L, pekarangan yang dulunya hanya sebatas halaman kini berubah menjadi sumber pangan yang menghidupi. 

 

Dari pekarangan, warga tak hanya memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional. Jika langkah ini diikuti oleh lebih banyak keluarga, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mencapai ketahanan pangan yang berdaulat dan berkelanjutan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung