- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Walangsangit Merebak di Wilayah Pituruh, Ancaman Serius Untuk Tanaman Padi Kita

Rabu, 16 Juli 2025 saat dilakukan ubinan di Poktan Tani makmur II Desa Dlisen Kulon Kecamatan Pituruh Petani beserta PPL Wibi (Ulfa Anggraeni, S.P) menemukan banyak sekali hama walangsangit yang terbungkus lapisan putih di bagian bawah padi. Lapisan putih ini merupakan spora jamur Beauveria bassiana. Ekosistem sawah yang seimbang dapat dicapai dengan memanfaatkan jamur B. bassiana untuk mengendalikan hama walangsangit secara alami. Jamur ini merupakan entomopatogen, yang berarti dapat menyerang dan membunuh serangga hama, dalam hal ini walangsangit.
Bagaimana cara jamur B. bassiana mengendalikan hama secara alami? Jamur ini tidak perlu dimakan oleh hama seperti racun kimia. saat spora jamur (bibit jamur) menempel pada tubuh hama, seperti walang sangit, wereng, atau ulat, spora ini langsung mulai bekerja. Pertama, spora menempel kuat pada kulit luar hama. Setelah itu, spora tumbuh menjadi benang-benang halus (disebut hifa) yang menembus kulit hama dengan bantuan zat alami seperti enzim. Zat ini bisa melarutkan lapisan luar tubuh hama, sehingga jamur bisa masuk ke dalam. Setelah berhasil masuk, jamur akan berkembang biak di dalam tubuh hama. Ia menyebar ke seluruh bagian tubuh dan mengeluarkan racun alami yang membuat hama menjadi lemah, tidak mau makan, dan akhirnya mati dalam waktu 3 sampai 7 hari.
Setelah hama mati, jamur akan tumbuh keluar dari tubuh hama dan menghasilkan spora baru di permukaan tubuhnya. Spora baru ini kemudian bisa menyebar ke hama lain yang ada di sekitar, sehingga proses pengendalian terus berlanjut secara alami. Hama yang terinfeksi jamur akan terlihat diselimuti oleh jamur berwarna putih pada permukaan kulitnya. Penggunaan B. bassiana sebagai pengendali hayati dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.






