- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Verlap Menjawab Antusiasme Petani Mengajukan Irpom untuk Solusi Peningkatan IP 2025

Verlap Menjawab Antusiasme Petani
Mengajukan Irpom untuk Solusi
Peningkatan IP 2025
Himbauan Presiden Prabowo Subiyanto pada akhir tahun 2024 untuk mempercepat swasembada pangan
di tahun 2027 disambut dengan antusias oleh masyarakat
petani Purworejo. Sebanyak 280 Proposal
usulan dari Kelompok
Tani sudah dilayangkan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Usulan pembangunan irigasi
perpompaan (Irpom) menjadi primadona karena air merupakan syarat utama
tercapainya produksi padi yang tinggi. Indeks Pertanaman (IP) bisa meningkat
dari 1 ke 2 jika air (irigasi) tercukupi.
Menjawab hal ini, Tim Infrastruktur bergerak melakukan
verifikasi lapang terhadap 5 kelompok utama pengusul Irpom. Tim dipimpin oleh
Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Arie Sulistyani, STP, MP dan
diampingi Ketua Tim Teknis Ery Puspandoyo, STP, MM, dan anggota Tim Teknis
yaitu Sri Ambarwati, S.Pt., Karmo dan Martinus Andy menuju dua wilayah Kecamatan yaitu Bagelen dan
Grabag.
Jumat, 28 Februari 2025
kegiatan CPCL verifikasi lapang dengan
menerapkan metode verifikasi administrasi dan verifikasi teknis terhadap
kelompok tani Tawakkal Desa Bagelen, Kelompok Tani Sido
Maju Tambahrejo, Krendetan
dengan didampingi PPL wibi kemudian lanjut bergerak ke Grabag.
Kelompok Tani Trimargo Makmur I, Ketawangrejo menjadi destinasi ke-3
kemudian Kelompok Tani Karya Tani IV, Sumberagung Grabag dan terakhir di Kelompok Tani Sido Maju I, Bendungan Kecamatan Grabag.
Hasil verifikasi melihat bahwa
Poktan-poktan tersebut sudah masuk Simluhtan dengan data yang valid, mempunyai
luas lahan sawah yang cukup luas lebih dari 10 Ha namun hanya ditanami padi
sekali di MT 1 atau MT 2 hanya sebagian.
Diharapkan dengan Irpom mampu membuat suplesi air irigasi dan coverage
(oncoran) bisa mencapai lebih dari 10 Ha sehingga peningkatan IP menjadi
signifikan.
Di Kecamatan Grabag dikawal oleh
Koordinator BPP Grabag dan PPL wibi yang menegaskan kondisi sawah yang hanya
mempunyai IP kurang dari 2.
Delineasi poligon sawah akan
segera dibuat oleh tim teknis setelah mengambil titik koordinat posisi calon
rumah pompa.
Diharapkan usulan Irpom 5
kelompok ini bisa terwujud melalui Tugas Pembantuan Dirjen Prasarana dan Sarana
Pertanian (PSP) Kementan Republik Indonesia.






