- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Vaksinasi, Pencegahan dan Pengobatan Lumphy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Purworejo

Vaksinasi, Pencegahan dan Pengobatan Lumphy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Purworejo
Adanya penyakit baru di Indonesia yaitu LSD (Lumphy Skin Disease) meningkatkan kewaspadaan juga bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo khususnya bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet). Untuk itu, bidang Keswan dan Kesmavet melaksanakan vaksinasi LSD dan pencegahan serta pengobatan secara aktif untuk beberapa kecamatan seperti Pituruh, Kemiri, Butuh, Purwodadi, Ngombol, Bener, Loano, Gebang, Bruno dan Purworejo, dimana populasi sapi di kecamatan tersebut cukup banyak.
LSD merupakan penyakit eksotik yaitu penyakit yang sebelumnya tidak ada di Indonesia. Penyakit yang disababkan oleh virus golongan Poxviridae ini masuk ke Indonesia sejak April 2022. Pertama kali ditemukan di Provinsi Riau, tepatnya di Kecamatan Indragirihulu.
Pada pelaksanaan vaksinasi, pencegahan dan juga pengobatan kali ini, bidang Keswan dan Kesmavet melibatkan PPL (Penyuluh Pertanian).
Vaksin LSD kali ini yang di gunakan adalah Lumphyvac yang didropping oleh Provinsi sebanyak 400 dosis. Jumlah vaksin yang terbatas untuk wilayah Kabupaten Purworejo dengan populasi Sapi sekitar 20.000 ekor.
LSD adalah Penyakit yang disebabkan oleh virus famili Poxviridae yang menyebabkan lesi/kerusakan pada kulit dan dapat menyebabkan kematian akibat infeksi sekunder. Penyakit ini dapat menyebar melalui serangga penghisap darah seperti nyamuk dan lalat sehingga rentan berdampak pada peternak rakyat. Kerugian eonomi dapat disebabkan terjadinya penurunan reproduksi susu dan dapat sebagai ancaman besar bagi ternak sapi dengan dampak substansial terhadap mata pencaharian dan ketahanan pangan terutama bagi para peternak kecil.






