- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Ubinan Padi Varietas Mekongga

Ubinan adalah salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Tanaman padi yang akan dilakukan kegiatan ubinan adalah padi yang siap dipanen.
Pada hari rabu, 09 Maret 2022 telah dilakukan kegiatan ubinan oleh petani, PPL BPP Kutparjo dan Petugas POPT bapak Pujo Leksono. Kegiatan ubinan padi dilaksanakan di desa Karangrejo, lahan milik bapak Wasit Diono.
Varietas padi Mekongga.
Kegiatan ubinan diawali dengan menentukan petak sawah/ lahan yang akan dilakukan ubinan. Penentuan titik sampel ubinan bisa dilakukan dengan cara manual ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi yang tersedia. Jika menggunakan aplikasi ubinan, kita diharuskan memasukkan panjang sisi petak (langkah biasa) Barat-Timur dan Utara-Selatan. Minimal 2 titik sampel. Setelah menentukan titiknya kemudian kita mengukur petakan seluas 2,5 m x 2,5 m. Padi yang ada dalam petakan dipotong lalu dipisahkan bulir padi dari batangnya, bulir padi tersebut kemudian dimasukkan kedalam kantong dan ditimbang hasilnya. Dari kegiatan tersebut didapatkan hasil sebagai berikut :
Titik 1 : 109 rumpun, jumlah rata-rata anakan 22-24, dengan hasil 6.04 kg x 16 = 9.6 ton/ha
Titik 2 : 111 rumpun, jumlah rata-rata anakan 20-26, dengan hasil 4.86 kg x 16 = 7.7 ton/ha
Titik 3 : 96 rumpun, jumlah anakan 23-28, dengan hasil 4.96 kg x 16 =, 7.9 ton/ha
Dari ketiga titik sampel tersebut diatas, kemudian didapatkan disimpulkan rata-rata 8,46 ton/ha.
Angka tersebut merupakan sebuah hasil yang bagus kendati belum maksimal namun sudah menunjukkan perbaikan.
PPL BPP Kutoarjo






