- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan

Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
Gowong, Bruno — Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong melaksanakan kegiatan ubinan padi sebagai bagian dari upaya evaluasi produktivitas tanaman padi di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 1 April 2026, di lahan Kelompok Tani Rukun Tani, Desa Gowong, dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Kegiatan ubinan dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Rukun Tani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Gowong, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Bruno, serta perwakilan dari Pemerintah Desa Gowong. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergi dalam mendukung peningkatan produksi pertanian di tingkat lapangan.
Ubinan dilakukan pada tanaman padi varietas unggul baru Inpari 32 yang dibudidayakan menggunakan teknologi tanam bibit muda umur 15 hari setelah sebar (HSS) dan sistem tanam satu bibit per lubang. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Pengambilan sampel ubinan dilakukan pada dua titik dengan ukuran masing-masing 2,5 x 2,5 meter. Hasil ubinan menunjukkan produksi gabah sebesar 5,9 kg pada titik pertama dan 6,57 kg pada titik kedua. Selain itu, tercatat jumlah rumpun sebanyak 81 rumpun, dengan rata-rata anakan produktif mencapai 36 batang per rumpun serta jumlah butir per malai berkisar 150 butir.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Gowong, Musti Widyaningrum, A.Md., menyampaikan bahwa hasil ubinan ini menunjukkan potensi hasil yang cukup baik apabila petani konsisten menerapkan teknologi budidaya yang dianjurkan.
“Penerapan tanam bibit muda dengan satu bibit per lubang terbukti mampu mendorong pertumbuhan anakan produktif secara optimal. Ke depan, kami berharap petani dapat terus menjaga pola tanam dan perawatan agar hasil panen semakin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Gowong, Muhammad Nur Aminudin, mengapresiasi kegiatan ubinan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pertanian di desa.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi petani. Pemerintah desa mendukung penuh inovasi dan pendampingan dari Dinas Pertanian agar hasil pertanian di Desa Gowong semakin baik,” ungkapnya.
Dengan hasil ubinan yang menunjukkan produktivitas menjanjikan, diharapkan penerapan teknologi budidaya padi yang tepat dapat terus dikembangkan oleh petani di wilayah Kecamatan Bruno, khususnya di Desa Gowong, guna mendukung ketahanan pangan daerah.






