- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
- Sinergi PPL Purworejo dan KWT Nira Jaya: Tingkatkan Kesejahteraan Hingga Sosialisasi Nitrobacter
- Sinergi Air Membangun Harapan: Irigasi Perpompaan di Kelompok Tani Kyai Dukuh
Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026

Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
KEMIRI KEREN NEWS — Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui jajaran terkait, menggelar rapat evaluasi tanam Musim Tanam (MT) I Tahun 2025/2026 sekaligus penyusunan rencana tanam MT II dan MT III Tahun 2026 pada daerah irigasi kewenangan kabupaten. Kegiatan berlangsung di Kantor UPT Pengelolaan Jaringan Irigasi (PJI) Wilayah Kemiri yang baru, Jalan Raya Kutoarjo–Kebumen Km 6, Kecamatan Butuh pada Kamis, 16 April 2026 (16/4).
Rapat dihadiri perwakilan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo, Yuni Ariyanto, S.M., Kepala UPT PJI Wilayah Kemiri, Suparmono, S.ST., Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Pituruh dan Bruno, Mantri Pertanian, Ketua P3A, Ketua GP3A Kalimeneng Kiri, dan perwakilan petani di wilayah layanan irigasi.
Dalam pembahasan, capaian tanam MT I dinilai cukup baik, meskipun masih ditemui sejumlah kendala di lapangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan debit air di sebagian daerah layanan, pengaturan distribusi air yang belum sepenuhnya optimal, serta keterlambatan pengolahan lahan akibat faktor teknis dan kondisi cuaca.
Perwakilan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo, Yuni Ariyanto, S.M., menegaskan pentingnya pengelolaan air yang terencana dan terkoordinasi. “Sinergi antara pengelola irigasi, penyuluh, dan petani harus terus diperkuat agar distribusi air berjalan efektif dan efisien, sehingga target luas tanam pada musim berikutnya dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT PJI Wilayah Kemiri menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal tanam yang telah disepakati bersama. “Disiplin pola tanam dan tertib dalam pengaturan air menjadi kunci agar seluruh wilayah layanan memperoleh pasokan air secara merata,” katanya.
Dari hasil diskusi, Ketua P3A menyampaikan bahwa kendala utama di lapangan saat ini adalah keterlambatan olah tanah yang dipengaruhi oleh keterbatasan air dan kesiapan lahan. “Sebagian petani belum bisa melakukan olah tanah tepat waktu karena menunggu ketersediaan air dan kondisi lahan yang belum siap,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah., SP., MAP., yang menyoroti perlunya percepatan kegiatan olah tanah. “Kendala olah tanah ini perlu segera diatasi dengan pengaturan jadwal yang lebih terkoordinasi serta pemanfaatan alsintan agar proses persiapan tanam bisa lebih cepat,” jelasnya.
Rapat juga menyepakati rencana tanam MT II dan MT III Tahun 2026 dengan mempertimbangkan ketersediaan air irigasi, kondisi jaringan, serta kebutuhan pola tanam di masing-masing wilayah. Penyesuaian jadwal tanam dan pembagian air menjadi fokus utama guna menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
Sebagai tindak lanjut, disepakati sejumlah langkah strategis, antara lain awal MT II wilayah UPT PJI Kemiri akan dimulai pada awal April 2026 dan MT III pada awal Juli 2026, optimalisasi pengaturan pintu air, peningkatan koordinasi lintas sektor, percepatan penyiapan lahan, serta pengawalan distribusi sarana produksi seperti benih dan pupuk bersubsidi. Pendampingan oleh penyuluh pertanian juga akan terus ditingkatkan guna memastikan implementasi rencana berjalan sesuai target.
Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara oleh para pihak yang hadir, meliputi unsur Dinas PUPR, UPT PJI Wilayah Kemiri, Koordinator BPP, perwakilan P3A dan GP3A, serta unsur pertanian lainnya sebagai bentuk komitmen bersama.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, diharapkan pelaksanaan tanam pada MT II dan MT III Tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal, terencana, dan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kemiri dan sekitarnya. Semoga.–





