HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL

By DINPPKP 16 Apr 2026, 15:13:10 WIB Pangan
HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL

HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL

 

Dinamika harga pangan di tingkat produsen Kabupaten Purworejo menunjukkan tren yang signifikan. Berdasarkan pantauan terbaru di beberapa penggilingan padi, harga beras hasil gilingan mulai merangkak naik hingga mendekati ambang batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan Kepbadan 299 Tahun 2025. Penggilingan padi yang kami survei pada Kamis, 16 April 2026, antara lain Pengilingan Padi (Pipa) UD. Sri Mulyo Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi, Pipa Sehat Desa Wunut, Kecamatan Ngombol dan Pipa Sumber Rejeki Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.


Sebelumnya, H-1 sebelum monitoring ke lapangan, Bidang Pangan DKPP Purworejo mengikuti zoom meeting Reviu Zonasi HET Beras oleh Badan Pangan Nasional. Wilayah Jawa (Kabupaten Purworejo) merupakan zona I dimana HET beras medium Rp. 13.500/kg dan premium Rp. 14.900/kg. Setelah dilakukan monitoring oleh staf bidang pangan, harga beras medium di tingkat penggilingan padi kini menyentuh angka Rp. 13.400-13.500/kg dengan kualitas bagus, menyisakan margin yang sangat tipis dengan HET beras yang telah ditetapkan pemerintah. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani yang saat ini berada di kisaran Rp. 7.000/kg dan Gabah Kering Giling (GKG) Rp. 8.000-8.200/kg.

  

Harga di penggilingan padi ini juga memicu harga beras medium di pasar tingkat konsumen menjadi lebih tinggi harga jualnya mencapai kisaran Rp. 14.000/kg, dimana melebihi HET beras yang sudah ditetapkan pemerintah. Saat ini, faktor penyebab kenaikan harga beras terutama medium sedang memasuki masa peralihan tanam, sebagian wilayah baru saja memasuki masa tanam, sehingga stok gabah sisa panen berkurang dari sebelumnya ditambah kenaikan biaya logistik khususnya bahan baku pembuatan plastik yang disebabkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok bahan baku. Konflik ini memicu kenaikan harga minyak mentah dan terganggunya pengiriman nafta, komponen utama biji plastik, dimana Indonesia masih mengimpor 60% kebutuhan bahan bakunya.

 

 



Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo terus melakukan monitoring rutin untuk memastikan tidak ada spekulasi harga yang melampaui regulasi yang berlaku. Pemantauan ini juga memastikan stok cadangan pangan di gudang-gudang penggilingan padi cukup untuk memebuhi kebutuhan lokal. Berdasarkan hasil monitoring dipastikan pasokan beras cukup stabil, meski harga mendekati bahkan melebihi HET, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Kami menjamin ketersediaan stok beras di Kabupaten Purworejo masih dalam kategori aman untuk beberapa bulan ke depan.  

 

Berita Publikasi : Bidang Pangan DKPP Kabupaten Purworejo

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung