- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kelapa kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani kelapa. Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada identifikasi masalah yang sering dihadapi oleh petani di lapangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Bagas Adi Karyanto, S.sos.,M.M. turut hadir sekaligus membuka acara Sekolah Lapang yang dilaksanakan di Desa Kalirejo Kecamatan Grabag, (Selasa, 14/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 petani dan berlangsung secara partisipatif. Para peserta diminta untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada sesuai kondisi tanaman kelapa masing-masing. Berbagai kendala yang muncul antara lain mengenai serangan hama penyakit, penurunan produksi, pemasaran serta produk olahan.
Nurman Saifudin selaku koordinator PPL yang memandu kegiatan menjelaskan bahwa identifikasi masalah merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan solusi. “Dengan memahami akar permasalahan secara tepat, petani dapat mengambil tindakan yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Para petani menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat dan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Kedepan petani berharap kegiatan Sekolah Lapang Kelapa dapat terus berlanjut dengan materi-materi yang aplikatif.






