- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
- KT Rukun Tani Gowong Siapkan 2.000 m² untuk Budidaya Bawang Merah Varietas Tajuk
- PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH Pengembangan Ayam Petelur di Kelompok Tani Sumber Makmur desa Tersidilor Kecamatan Pituruh
- Menjaga Genetik Unggulan Purworejo, Seleksi Hibah Kambing Kaligesing Kembali Digelar
SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kelapa kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani kelapa. Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada identifikasi masalah yang sering dihadapi oleh petani di lapangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Bagas Adi Karyanto, S.sos.,M.M. turut hadir sekaligus membuka acara Sekolah Lapang yang dilaksanakan di Desa Kalirejo Kecamatan Grabag, (Selasa, 14/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 petani dan berlangsung secara partisipatif. Para peserta diminta untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada sesuai kondisi tanaman kelapa masing-masing. Berbagai kendala yang muncul antara lain mengenai serangan hama penyakit, penurunan produksi, pemasaran serta produk olahan.
Nurman Saifudin selaku koordinator PPL yang memandu kegiatan menjelaskan bahwa identifikasi masalah merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan solusi. “Dengan memahami akar permasalahan secara tepat, petani dapat mengambil tindakan yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Para petani menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat dan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Kedepan petani berharap kegiatan Sekolah Lapang Kelapa dapat terus berlanjut dengan materi-materi yang aplikatif.






