- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kelapa kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani kelapa. Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada identifikasi masalah yang sering dihadapi oleh petani di lapangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Bagas Adi Karyanto, S.sos.,M.M. turut hadir sekaligus membuka acara Sekolah Lapang yang dilaksanakan di Desa Kalirejo Kecamatan Grabag, (Selasa, 14/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 petani dan berlangsung secara partisipatif. Para peserta diminta untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada sesuai kondisi tanaman kelapa masing-masing. Berbagai kendala yang muncul antara lain mengenai serangan hama penyakit, penurunan produksi, pemasaran serta produk olahan.
Nurman Saifudin selaku koordinator PPL yang memandu kegiatan menjelaskan bahwa identifikasi masalah merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan solusi. “Dengan memahami akar permasalahan secara tepat, petani dapat mengambil tindakan yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Para petani menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat dan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Kedepan petani berharap kegiatan Sekolah Lapang Kelapa dapat terus berlanjut dengan materi-materi yang aplikatif.






