- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kelapa kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani kelapa. Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada identifikasi masalah yang sering dihadapi oleh petani di lapangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Bagas Adi Karyanto, S.sos.,M.M. turut hadir sekaligus membuka acara Sekolah Lapang yang dilaksanakan di Desa Kalirejo Kecamatan Grabag, (Selasa, 14/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 petani dan berlangsung secara partisipatif. Para peserta diminta untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada sesuai kondisi tanaman kelapa masing-masing. Berbagai kendala yang muncul antara lain mengenai serangan hama penyakit, penurunan produksi, pemasaran serta produk olahan.
Nurman Saifudin selaku koordinator PPL yang memandu kegiatan menjelaskan bahwa identifikasi masalah merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan solusi. “Dengan memahami akar permasalahan secara tepat, petani dapat mengambil tindakan yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Para petani menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat dan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Kedepan petani berharap kegiatan Sekolah Lapang Kelapa dapat terus berlanjut dengan materi-materi yang aplikatif.






