- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Ubinan Demplot SIMURP di Tanjungrejo, Bayan

Saat ini di Wilayah Kecamatan Bayan masih banyak yang melasanakan panen khususnya tanaman padi sebagai komoditas utamanya. Salahsatu kelompok tani yang sedang melaksanakan panen adalah Kelompok Tani Sido Rukun Desa Tanjungrejo Kecamatan Bayan. Kelompok itu sendiri merupakan salah satu kelompok tani aktif yang ada di Desa tanjungrejo.
Letak geografis Desa ini berada di sebelah selatan kota Kecamatan dan berbatasan dengan Kecamatan Banyuurip, dengan luas areal sawah seluas 95 hektar dan kurang lebih 50 persen bisa tanam sampai tiga dalam 1 tahun. Adapun lokasi yang dilakukan penubinan adalah salah satu demplot kegiatan SIMURP. Secara nyata hasil yang di capai belum memuaskan, yaitu 5,8 ton perhektar dengan jajar legowo 4:1.
Pelaksanaan ubinan dihadiri oleh pamong desa anggota kelompok tani, koordinator PPL beserta penyuluh. Dengan hasil yang kurang maksimal tersebut disebabkan oleh adanya beberapa kendala diantaranya adalah terkena imbas dar banjir, serangan hama walang sangit, penggerek batang dan kresek.
Hal tersebut diatas sangat memerlukan perhatian baik dari PPL Pertanian wibi setempat, POPT dan petani yang mengelola agar dapat diperoleh hasil yang maksimal serta tidak menimbulkan kerugian yang berarti bagi petani khususnya.






