- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
TINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PETANI KOPI DENGAN SEKOLAH LAPANG

TINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PETANI KOPI
DENGAN SEKOLAH LAPANG
Loano, 19 September 2025 — Kelompok Tani Koper Desa Rimun, Kecamatan Loano, menggelar kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kopi yang kini telah memasuki pertemuan ke-3. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota aktif dari Kelompok Tani Koper dan dilaksanakan pada hari Jumat, 19 September 2025.
Pada pertemuan kali ini, peserta Sekolah Lapang mempelajari dua materi penting dalam budidaya kopi, yaitu Panen dan Pascapanen Kopi serta Hama serta Penyakit pada Tanaman Kopi. Materi disampaikan langsung oleh dua narasumber berpengalaman, yakni Putri Ayunda Pratiwi, S.P. dan Wagianti, S.P.
Kegiatan berjalan dengan interaktif dan antusias, di mana para peserta tak hanya menerima materi secara teoritis, namun juga berdiskusi aktif mengenai permasalahan yang mereka temui di lapangan. Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta menyampaikan kendala yang dihadapi terkait pengolahan pascapanen serta serangan hama seperti penggerek batang dan karat daun.
Putri Ayunda Pratiwi, S.P., dalam pemaparannya, menekankan pentingnya penanganan pascapanen yang tepat untuk menjaga mutu dan nilai jual kopi. Sementara itu, Wagianti, S.P., memberikan penjelasan teknis mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu agar produktivitas kopi tetap optimal.
Ketua Kelompok Tani Koper menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini karena memberikan banyak wawasan baru bagi para petani kopi di desa Rimun. “Kami berharap melalui sekolah lapang ini, hasil kopi kami semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sekolah Lapang Kopi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani kopi di wilayah Kecamatan Loano, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi berkualitas.Kegiatan ini dijadwalkan akan berlanjut hingga beberapa pertemuan ke depan dengan materi-materi yang semakin mendalam seputar budidaya kopi berkelanjutan.






