TENTUKAN DOSIS PUPUK SUSULAN DENGAN ANALISA BWD

By DINPPKP 16 Mei 2023, 09:20:28 WIB Penyuluhan
TENTUKAN DOSIS PUPUK SUSULAN DENGAN ANALISA BWD

TENTUKAN DOSIS PUPUK SUSULAN DENGAN ANALISA BWD

Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bener mengadakan sekolah lapang padi. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari SL IPDMIP yang proyeknya berakhir pada tahun 2022. Dikatakan pengembangan SL IPDMIP karena pelaksanakan SL Padi ditempatkan dilokasi selain lokasi pelaksana SL IPDMIP. Salah pelaksana kegiatan SL padi ini adalah Kelompok Tani Mugi Rahayu Desa Nglaris Kecamatan Bener. Pertemuan SL padi yang dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2023 di kelompok tani dihadiri 20 orang peserta, dan tim pendamping SL padi dari BPP Bener sebanyak 4 orang.
Kurniasih DKW, SP penyuluh wibi sekaligus mendampingi SL menjelaskan kepada peserta SL Padi untuk mengefektifkan pemberian pupuk. Materi yang diambil adalah Pemupukan berimbang yaitu pemberian pupuk dengan menambahkan pupuk kedalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara tanaman. Penerapan teknologi ini  dapat dilakukan saat akan memberikan pupuk ususlan 1 dan seterusnya. Kita dapat mengetahui seberapa besar penambahan pupuk urea yang harus diberikan dengan cara mencocokan warna daun dengan warna yang ada di Bagan Warna Daun (BWD). Lihat angka yang terdapat dibagan yang sesuai dengan warna daunnya. Angka itu yang dapat menunjukan besaran pupuk urea yang masih dibutuhkan. 
Pada pertemuan SL padi kali ini bertepatan waktu pemupukan yang pertama, untuk menentukan kebutuhan urea semua peserta mencoba mempraktekan menggunakan BWD. 
Peserta dibuat menjadi 2 kelompok, lalu menganalisa dengan menghitung kebutuhan pupuk urea  dengan alat BWD. Adapun cara sebagai berikut :
Tentukan beberapa rumpun padi untuk sample dengan umur tanaman max kisaran 35 HST
Tarik rumpun tersebut dari bawah keatas, dan pilih yang paling tinggi dengan alasan daun tersebut sudah membuka secara sempurna
Cocokan warna daun tersebut dengan BWD dengan cara membelakangi mahatari, sehingga mengurangi resiko kesalahan pemilihan warna karena kilau sinar matahari.
Catat angka yang cocok di BWD
Hitung kebutuhan pupuk urea sesuai rekomendasi pada angka tersebut.
Dari 2 kelompok tersebuat mencoba menghitung kebutuhan pupuk urea di areal persawahan milik Pak Daman dan Pak Ngadiyanto. Semua peserta antusias mencoba menggunakan BWD, setelah itu hasil masing-masing peserta disampaikan dan didiskusikan di kelompok. Diperoleh hasil areal milik pak Daman menunjukan angka 4 mengarah ke 5 sedangjkan milik pak Ngadiyanto menunjukan angka 4 pada BWD. Dari hasil pengamatan tersebut, diperoleh rekomendasi dosis untuk mendapatkan hasil padi 6 ton/ha GKG maka rekomendasi penambahan urea antara 0-50 kg/ha, jika target produksi 7 dan 8 ton/ha GKG makan perlu penambahan urea 50 kg/ha. 
Perhitungan rekomendasi tersebut disampaikan ke pemilik lahan dan dipaparkan oleh masing-masing kelompok dan di diskusikan. Hasil diskusi diperoleh pilihan untuk tidak menambahkan pupuk urea. Pertimbangan ini melihat curah hujan yang masih cukup tinggi dan jarak tanam yang cukup rapat dapat meningkatkan resiko serangan penyakit hawar daun. 
Dari pertemuan SL Padi kali ini, mengajarkan peserta SL untuk lebih memperhatikan kesuburan tanah dan kondisi pertanaman dalam pemupukan sehingga pemberian pupuk lebih efektif dan efisien bukan malah sebaliknya memberi dampak yang buruk untuk tanaman itu sendiri. (oleh : Kurniasih Dwi Kusuma Wardhani, SP)




Instagram



Counter Pengunjung