- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Temu Usaha Agribisnis Trmbakau Dorong Petani Tembakau Terapkan Pola Kemitraan

Kegelisahan petani tembakau di tahun lalu karena rendahnya harga tembakau lokal terjawab dengan solusi kemitraan pada tahun ini.
Temu Usaha Agribisnis Tembakau sukses digelar pada hari Senin , 19 Mei 2025 di Hotel Sanjaya Inn Purworejo pada pk. 09.00 - 14.00 WIB.
Acara ini mengusung semangat pola kemitraan antara pelaku utama dan pelaku usaha (petani tembakau), dengan calon mitra (CV. Wirata) dan instansi pembina (DKPP).
Kemitraan bersama CV. Wirata tahun ini mencoba 5 Ha di Kabupaten Purworejo dengan 26 Kelompok Tani.
Hadir di acara yang sangat dinanti oleh petani tembakau ini narasumber dari CV. Wirata (Bp. Seno) dan dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Cabang Purworejo Bp. Mulyanto. Peserta Temu Usaha sebanyak 100 orang terdori dari beberapa kelompok tani dan PPL wilayah dari 15 kecamatan se Kabupaten Purworejo.
Petani tembakau menghadapi tantangan yang semakin kompetitif di harga jual dan pemasaran bebas sehingga tanpa.kemitraan akan sulit untuk menjual hasil panennya.
Pola kemitraan yang disuguhkan dalam acara ini sangat diharapkan bagi petani karena kemitraan mencakup pengawalan manajemen usaha tani yang efektif, teknik budidaya,yang sesuai standar dan kepastian penjualan hasil panen.
Pada kesempatan ini Kabid Prasarana dan Penyuluhan Pertanian DKPP Ibu Arie Sulistyani, STP, MP., mengungkapkan bahwa potensi Kabupaten Purworejo yang cukup besar untuk jenis tembakau sawahan dan tegalan baru tertanam hanya kisaran 425 - 500 Ha hanya 1,6% yang justru semakin menurun tiap tahunnya. Acara ini diharapkan meningkatkan animo petani untuk menanam tembakau.
Pertemuan dengan CV. Wirata ini sebagai tindaklanjut kunjungan lapang di Grobogan tahun lalu sehingga kemitraan di Purworejo bisa dimulai tahun ini.
Diharapkan petani mendapatkan kepastian agribisnis usaha tani tembakaunya melalui kemitraan yang ditawarkan.
Diskusi berlangsung cukup seru dan lama karena hampir semua kecamatan mengajukan pertanyaan melalui petani-petani tembakaunya yang aktif untuk kejelasan pola kemitraan, teknis dan prospeknya. Acara berlngsung lancar digawangi oleh Kegiatan Pelaksanaan Penyuluhan DBHCHT 2025 dengan kepanitiaan dari Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dimoderatori oleh Ibu Sri Suharweni, SP dan Ketua Penyelenggara Bp. Wahyudi, SPt., MSc.
Disimpulkan oleh moderator bahwa Temu Usaha Agribisnis ini akan dilanjutkan untuk pertemuan selanjutnya bersamaan dengan Festival Tembakau yang akam digelar pada puncak panen raya tembakau pada 3-4 bulan mendatang. Petani antusias dan berniat untuk mengikuti festival dan acara temu usaha.






