Tembakau Pertama, Kepercayaan Diri Petani Muda Gowong Meledak!

By DINPPKP 08 Jul 2025, 11:29:24 WIB Penyuluhan
Tembakau Pertama, Kepercayaan Diri Petani Muda Gowong Meledak!

Tembakau Pertama, Kepercayaan Diri Petani Muda Gowong Meledak!


Tembakau Pertama, Kepercayaan Diri Petani Muda Gowong Meledak!

Oleh: Sutoyo – StoryLab

_______________

Desa Gowong di Kecamatan Bruno selama ini lebih dikenal dengan sawah tadah hujan dan ladang palawijanya. Namun pada hari Senin, 7 Juli 2025, pemandangan berbeda muncul di lahan Kelompok Tani Rukun Tani: barisan tanaman tembakau muda menghijau di sela tanah merah kecoklatan, ditanam dengan hati-hati oleh tangan-tangan dingin petani pemula yang selama ini belum pernah menyentuh komoditas bernilai tinggi tersebut.

Hari itu lahan tembakau mereka tidak hanya dipenuhi oleh petani. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ibu Siti Suryani,S.P. bersama dengan rombongan, yang secara langsung meninjau kegiatan tanam perdana GAP tembakau di Desa Gowong. Kedatangannya memberi semangat tersendiri bagi para petani, terutama generasi muda yang baru pertama kali ini mendapatkan kepercayaan untuk mencoba peruntungan didunia pertembakauan.

Langkah Berani di Tengah Ketidakpastian

Keputusan untuk menanam tembakau bukan tanpa tantangan. Harga komoditas ini sedang fluktuatif, bahkan cenderung menurun, akibat beban cukai yang makin berat. Namun bagi para petani Rukun Tani, keputusan ini bukan soal untung-rugi semata. Ini tentang keberanian belajar hal baru, membuka peluang baru, dan menjawab tantangan zaman dengan inovasi lokal.

“Kami memang belum pernah tanam tembakau. Tapi kalau terus menunggu sampai semua sempurna, kami tidak akan pernah mulai. Maka kami pilih mulai dari sekarang,” ujar salah satu anggota kelompok dengan semangat.

Mereka tidak hanya menanam bibit tembakau, tapi lebih dari itu adalah menanam kepercayaan diri. Dan disinilah letak nilai yang paling berharga dari kegiatan ini: munculnya kesadaran kolektif untuk mencoba, belajar, dan bangkit.

Dukungan dan Pendampingan yang Menguatkan

Dalam peninjauan tersebut, Ibu Siti Suryani memberi arahan teknis sekaligus memotivasi langsung para petani. Dengan bahasa yang membumi dan pendekatan yang mengayomi, beliau menekankan pentingnya kesabaran, pengamatan lapangan, serta pemupukan yang tepat sebagai kunci keberhasilan tembakau.

“Tembakau itu ibarat anak kecil yang harus dipantau sejak dini. Tapi kalau dirawat dengan benar, hasilnya bisa luar biasa,” ujarnya sambil menunjuk bibit-bibit muda yang tampak segar di lahan seluas hampir satu hektar itu.

Tak hanya itu, beliau juga mengapresiasi semangat petani muda Gowong yang tidak malu bertanya dan terbuka terhadap masukan. Pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan dan koordinasi dengan POPT juga terlihat solid dalam kegiatan ini.

Lebih dari Sekadar Tembakau

Yang menarik, suasana kebersamaan di lapangan terasa begitu hidup. Tidak ada sekat antara petani, aparat desa, penyuluh, dan dinas. Semua larut dalam satu semangat: gotong royong demi masa depan pertanian desa. 

Ini bukan sekadar tanam tembakau, tapi tanam harapan. Gowong tidak lagi sekadar menjadi desa yang pasrah pada satu jenis tanaman. Kini mereka mulai mendiversifikasi pilihan, berani masuk ke wilayah baru, dan tidak takut menjadi pembelajar.

Optimisme dalam Langkah Kecil

Memulai sesuatu yang benar-benar baru tentu tidak mudah. Tapi kelompok Rukun Tani tahu, setiap langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Jika tembakau tahun ini bisa tumbuh dengan baik, bukan tidak mungkin tahun-tahun ke depan Gowong akan dikenal sebagai wilayah penghasil tembakau bermutu.

Dan yang paling penting: para petaninya tidak lagi merasa ketinggalan zaman. Mereka kini lebih percaya diri, lebih peka terhadap pasar, dan lebih terbuka terhadap teknologi serta informasi pertanian.

Ketika Petani Berani Bermimpi

Desa Gowong telah memulai sesuatu yang mungkin dulu dianggap mustahil. Tanpa menunggu sempurna, mereka melangkah. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap mencoba. Karena mereka tahu: keberanian untuk mencoba adalah benih pertama dari semua keberhasilan.

Tembakau pertama ini mungkin belum sempurna. Tapi kepercayaan diri yang meledak di dada para petani muda jauh lebih penting dari sekadar hasil panen. Dan siapa tahu, dari lahan kecil di pegunungan Bruno ini, akan lahir cerita besar tentang petani yang tidak hanya menanam tembakau, tapi juga menanam harapan untuk masa depan desa.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung