- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
TEKNOLOGI PENGAIRAN AWD DIKENALKAN DALAM PROGRAM SCALLING UP SIMURP, DESA SEBROROPASAR, NGOMBOL

TEKNOLOGI PENGAIRAN AWD DIKENALKAN DALAM
PROGRAM SCALLING UP SIMURP, DESA SEBROROPASAR, NGOMBOL
Pemenuhan air bagi tanaman padi sawah dikenal dengan istilah irigasi. Menurut pengertiannya, irigasi adalah pengaturan pembagian atau pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dan sebagainya. Irigasi penting dilakukan pada daerah atau lahan yang rawan mengalami kekeringan. Tujuan irigasi untuk memberikan tambahan air terhadap air hujan dan memberikan air untuk tanaman dalam jumlah yang cukup pada saat dibutuhkan. Secara umum, irigasi berguna untuk mempermudah pengolahan tanah, mengatur suhu tanah dan iklim mikro tanah, membersihkan tanah dari garam-garam yang larut atau asam-asam yang tinggi, membersihkan kotoran atau sampah yang masuk kedalam saluran air, menggenangi tanah untuk memberantas tanaman penganggu dan hama penyakit.
Pada hari Senin tanggal 3 April 2023, bertempat dilahan Kelompok Tani Sumber Makmur Desa Seboropasar, dilakukan pemasangan dan pengenalan Teknologi AWD untuk monitoring air irigasi. Kelompok Tani tersebut merupakan salah satu penerima manfaat Program Scalling Up, SIMURP Tahun 2023 dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Scaling Up merupakan progam penerapan teknologi CSA (Pertanian Cerdas Iklim) Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau 'Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak.
Scaling Up tersebut memiliki luas sekitar 50 Ha dengan dua Kelompok Tani, yaitu Poktan Sumber Makmur dan Maju Makmur Desa Seboropasar, masing-masing 1 Ha untuk lahan Laboratorium Lapang. Tujuan dari demplot itu pun tak lain untuk meningkatkan produktivitas padi lewat perlakuan khusus sebelumnya. Ada beberapa teknologi anjuran dalam program Scalling Up seperti pemilihan benih rendah emisi, penggunaan pupuk organik, pengendalian Hama dan Penyakit ramah lingkungan, Pengairan Basah Kering (AWD), penggunaan rumah burung hantu dan penggunaan light trap.
Salah satu jenis irigasi yang diterapkan dalam teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) adalah irigasi berselang atau disebut Alternate Wetting ang Drying (AWD) atau Pengairan Basah Kering. Sistem pengairan AWD merupakan pengairan dengan penggenangan air terputus yang bertujuan untuk Untuk mengontrol atau menghemat penggunaan air dalam budidaya tanaman padi, karena perlu diingat padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Tanaman padi tidak memerlukan air saat tanam, saat anakan maksimum dan 10 hari menjelang panen. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya dibutuhkan rata-rata 1.432 liter air dibandingkan 1.150 liter air untuk menghasilkan 1 kg padi. Jadi, dalam budidaya tanaman padi tidak harus digenangi terus menerus. Sehingga air bagi pertanian dapat dikelola ketersediaannya dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Teknologi AWD cukup sederhana dengan menggunakan bahan Paralon yang dilubangi, dan ditancapkan ke dalam tanah sedalam 20 cm, dipinggir galengan sawah. Pengamatan tinggi muka air dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.
( Edi Prayitno, SP- PPL Ngombol )






