- Cegah Penurunan Produksi Padi, Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri Dilakukan di Desa Piyono
- Gerakan Pengendalian Pencegahan OPT Walang Sangit
- Tanam Bawang Merah Varietas Tajuk di Lahan Kering Wonoroto, Perkuat Komoditas Unggulan Kecamatan Ngombol
- Bangun Semangat Baru, Gapoktan Sido Makmur Gelar RAT dan Reorganisasi Pengurus PUAP 2026–2031
- Kunjungan Study Tiru Petani Blora ke Desa DKrandegan, Bayan
- DKPP Purworejo Verifikasi CPCL SL Tembakau 2026 di Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan
- Tak Mau Kalah dengan Bapak-Bapak, KWT Sumber Barokah Praktek Membuat Silase untuk Kemudahan Beternak Kambing
- Pengendalian ‘Kresek’ pada Padi di Desa Kalimati, Libatkan Petani, PPL, dan Babinsa
- Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
- Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
Tanam Bawang Merah Varietas Tajuk di Lahan Kering Wonoroto, Perkuat Komoditas Unggulan Kecamatan Ngombol

Tanam Bawang Merah Varietas Tajuk di Lahan Kering Wonoroto, Perkuat Komoditas Unggulan Kecamatan Ngombol
Wonoroto – Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi di suatu wilayah. Komoditas ini bernilai strategis karena berumur pendek, memiliki permintaan pasar yang stabil, serta mampu memberikan perputaran modal yang relatif cepat bagi petani. Tanaman bawang merah dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan umbi maupun secara generatif melalui biji. Oleh karena itu, penerapan teknik budidaya yang tepat menjadi kunci penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Sejalan dengan upaya tersebut, pada Senin, 26 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan tanam bawang merah di lahan kering Desa Wonoroto. Kegiatan ini berlangsung di lahan seluas 1.200 m² milik Bapak Sujarno, petani aktif yang tergabung dalam Kelompok Tani Guyub Rukun. Pada musim tanam ini digunakan bawang merah varietas Tajuk dengan kebutuhan benih sebanyak 110 kg dan jarak tanam 18 x 18 cm.
Penanaman dilakukan pada sore hari saat kondisi cuaca cerah. Umbi bawang merah dibenamkan hingga ujung umbi rata dengan permukaan tanah. Apabila bibit bawang merah belum mencukupi masa simpannya, terlebih dahulu dilakukan pemotongan atau pemogesan sekitar 1/3 bagian ujung umbi. Selanjutnya, bibit diberikan perlakuan benih (seed treatment) menggunakan fungisida dan dikeringanginkan selama semalam sebelum ditanam. Pemotongan ujung umbi ini bertujuan untuk memecah masa dormansi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan tunas dan menghasilkan pertanaman yang lebih seragam.
Kegiatan tanam bawang merah tersebut mendapat pendampingan langsung dari penyuluh pertanian BPP Kecamatan Ngombol sebagai upaya memastikan penerapan teknik budidaya sesuai anjuran di lapangan. Dengan pengelolaan yang baik, tanaman bawang merah varietas Tajuk ini diperkirakan dapat dipanen pada umur sekitar 52-59 (HST).
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, saat ini terdapat pertanaman bawang merah dengan total luasan sekitar 5 hektare di wilayah Kecamatan Ngombol. Dari luasan tersebut, Desa Wonoroto menjadi wilayah dengan hamparan bawang merah terluas, sehingga berpotensi menjadi sentra pengembangan bawang merah di kecamatan tersebut.
Diharapkan, pengembangan bawang merah di Desa Wonoroto dan wilayah Kecamatan Ngombol secara umum dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi luasan tanam maupun produktivitas, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.





