Cegah Penurunan Produksi Padi, Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri Dilakukan di Desa Piyono

By DINPPKP 28 Jan 2026, 14:29:07 WIB Penyuluhan
Cegah Penurunan Produksi Padi, Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri Dilakukan di Desa Piyono

Cegah Penurunan Produksi Padi, Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri Dilakukan di Desa Piyono


Ngombol – Padi merupakan komoditas pangan utama yang banyak dibudidayakan karena menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada Musim Tanam (MT) I tahun ini, lahan persawahan seluas kurang lebih 80 hektare di Desa Piyono, Kecamatan Ngombol, ditanami padi oleh petani setempat. Varietas yang dibudidayakan sebagian besar merupakan Inpari 49 yang berasal dari bantuan pemerintah, disertai beberapa varietas padi lainnya. Umur tanaman saat ini berkisar 40–55 hari setelah tanam (HST) dengan pola tanam padi sistem 3x.


Dalam proses budidaya, petani menghadapi berbagai kendala, salah satunya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau bacterial leaf blight (BLB), yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit kresek, menjadi ancaman serius karena dapat menurunkan hasil panen hingga 36%. Penyakit ini umumnya berkembang pada musim hujan atau kondisi lingkungan dengan kelembapan tinggi, terutama pada lahan sawah yang tergenang air dan mendapatkan pemupukan nitrogen berlebihan.


Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dari total luas areal persawahan 80 hektare tersebut, tingkat serangan penyakit kresek telah mencapai hampir 35 % Gejala awal penyakit hawar daun bakteri umumnya muncul pada daun muda atau daun yang baru berkembang. Serangan ditandai dengan munculnya bercak-bercak kecil berwarna hijau kekuningan di tepi daun. Seiring waktu, bercak tersebut berkembang menjadi garis-garis memanjang berwarna kuning hingga kecokelatan (streaking) yang kemudian meluas dan menyatu, menyebabkan daun mengering dan akhirnya mati. Pada kondisi genangan air yang tinggi, tanaman yang terserang dapat terkulai ke permukaan air dan membusuk.


Sebagai upaya menekan penyebaran penyakit tersebut, Kelompok Tani Upoyo Bogo Desa Piyono bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) melaksanakan Gerakan Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dilaksanakan di lahan persawahan Desa Piyono sebagai langkah antisipatif agar serangan tidak semakin meluas.


Pengendalian penyakit hawar daun bakteri dilakukan secara terpadu melalui penerapan penggunaan varietas tahan, pengelolaan air yang baik, pengaturan jarak tanam agar tidak terlalu rapat, pemupukan berimbang, serta sanitasi tanaman. Selain itu, penggunaan bakterisida secara tepat guna dengan bahan aktif berbasis tembaga, seperti tembaga oksida atau tembaga oksi sulfat, juga dilakukan untuk menekan perkembangan bakteri penyebab penyakit kresek.


Melalui kegiatan ini diharapkan serangan penyakit hawar daun bakteri dapat ditekan sehingga produktivitas tanaman padi di Desa Piyono tetap terjaga dan potensi kerugian petani dapat diminimalkan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung