- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Tak Mau Racuni Konsumen, KWT Arumsari Tempuh Cara Unik Jaga Kualitas Panen Pare

Tak Mau Racuni Konsumen, KWT Arumsari Tempuh Cara Unik Jaga Kualitas Panen Pare
_____________
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Berbenah Diri
_____________
Blimbing, (Senin, 17 Maret 2025) – Ditengah maraknya penggunaan pestisida dalam pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Arumsari Desa Blimbing memilih jalur yang berbeda. Dengan dipimpin oleh Ibu Asmanah mereka menempuh cara unik dan ramah lingkungan untuk melindungi hasil panen tanaman pare dari serangan hama, khususnya lalat buah.
Pagi ini mereka melakukan aktivitas Bagging yaitu membungkus buah pare pahit secara manual dengan daun pisang kering (klaras) dan plastik transparan daur ulang. Metode ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang mereka jalankan secara berkelanjutan. Dengan membungkus buah menggunakan bahan ramah lingkungan, mereka berhasil mencegah serangan lalat buah tanpa harus menggunakan pestisida kimia yang berisiko bagi kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Martina Dewi Kusumawati, S.P., selaku pembina KWT Arumsari menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya demi menjaga kesehatan sendiri, keluarga dan lingkungan ekosistem, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kesehatan konsumen.
"Upaya ini dilakukan agar hasil panen lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi sendiri dan keluarga. Dan jika hasilnya berlebih, bisa dijual dan menjadi berkah, karena kita tidak meracuni konsumen," ujar Martina.
Metode pembungkusan buah ini tidak hanya melindungi hasil panen dari hama, tetapi juga menjaga kualitas dan kesegaran buah. Dengan cara ini, KWT Arumsari berhasil menciptakan produk yang lebih aman, sehat, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Tak hanya berhenti di situ, KWT Arumsari juga aktif berbagi ilmu kepada warga sekitar untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Mereka berharap langkah sederhana ini dapat menginspirasi petani lain untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen menjaga kesehatan KWT Arumsari Desa Blimbing membuktikan bahwa bertani secara alami tidak hanya baik bagi lingkungan, tetapi juga membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
______________






